.UNTUK mengantisipasi adanya bentrok susulan antar dua kelompok aliran Suni dan Syiah yang berujung perusakan dan penganiayaan yang terjadi di wilayah Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember melimpahkan kasus itu ke Kejari Surabaya, Jum'at (15/11/2013).
Diakui Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Surabaya, Judhy Ismono, perkara tersebut akan di sidangkan di Surabaya."Sudah Ada 17 terdakwa yang dilimpahkan oleh Kejari Jember" kata Judhy diruang kerjanya, Jum'at (15/11/2013).
Dijelaskan Judhy, alasan perkara ini dilimpahkan ke Kejari Surabaya lantaran untuk mengantisipasi bentrokan lanjutan jika perkara ini disidangkan di Pengadilan Setempat."Berdasar pasal 85 KUHP, akhirnya dipindahkan ke PN Surabaya, untuk mengantisipasai bentrokan karena banyaknya simpatisan Syiah maupun Suni diwilayah Puger atau Jember pada umumnya," jelasnya.
Dari pelimpahan 17 tersangka ini, lanjut Judhi, perkaranya di split (pisah) menjadi lima berkas. "Dari lima berkas ini nantinya setiap berkas ditangani lima jaksa, tiga dari kejaksaan Jember dua jaksa dari kejari surabaya. Jadi total ada 25 jaksa yang akan menyidangkan 17 tersangka ini," ujarnya.
Seperti diberitakan, bentrok berdarah dipicu rencana Pawai Karnaval 17 Agustus yang akan diselenggarakan oleh Ponpes Darus Sholihin pimpinan Habib Ali al Habsy.
Menurut NU dan MUI Jember, Ponpes sejak lama ditengarai menganut paham Syiah. Namun warga sekitar rupanya menolak pawai yang digelar oleh ponpes Darus Sholihin itu . Sebab, sebelumnya sudah adabperjanjian dengan warga agar acara-acara serupa tidak dilakukan secara terbuka di luar pondok pesantren.
Acara ini juga tidak mendapat izin aparat kepolisian karena dikhawatirkan terjadi hal-hal tidak diinginkan. Sayangnya, Penolakan warga rupanya tidak digubris, pihak Ponpes Darus Sholihin tetap melakukan kegiatan di luar kompleks pesantren.
Menghindari hal-hal tak diinginkan, polisi melakukan blockade di beberapa tempat. Massa kelompok pengajian Nurul Mustofa pimpinan Ustadz Fauzi (NU) menyerbu lokasi Ponpes Darus Sholihin guna membubarkan paksa acara karnaval sambil membawa pentungan kayu dan berakhir bentrok dan rusaknya beberapa bangunan.
Muncullah aksi balasan, di mana sekitar 20 orang yang diduga pendukung Habib Ali al Habsy menyerang Eko Mardianto. Eko adalah saksi kunci pada bentrok serupa tahun 2012. Eko dilaporkan
terluka dan meninggal saat di rumah sakit. "Para tersangka dijerat Pasal 170 ayat 2 sub 406 ayat 1 ayat 3 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP," jelas Judhy. (Komang)
Jumat, 15 November 2013
Jumat, November 15, 2013
progresifonline
Hukum
No comments
Related Posts:
Gabungan Tekab 308 Presisi Polres Lamteng Berhasil Meringkus ABG Pembunuh Polisi kurang Dari 3 JamLampung - KABARPROGRESIF.COM Kurang dari 3 jam, Tim Tekab 308 Presisi Polres Lampung Tengah dan Jajaran Polsek Seputih Banyak berhasil membekuk seorang anak baru gede (ABG), yang diduga pelaku pembunuhan terhadap seorang angg… Read More
Satgas Pangan Polri : Ketersediaan Bahan Pokok Di Lampung Relatif AmanLampung - KABARPROGRESIF.COM Satuan tugas (satgas) pangan Kepolisian Republik Indonesia Daerah Lampung, terus melakukan pemantauan sekaligus pengecekan ketersediaan dan harga bahan pokok penting ke sejumlah pasar tradisional … Read More
Mantapkan Kesiapan Mudik-Balik Lebaran Jalur Penyebrangan, Kakorlantas & Stakeholder Pererat SinergitasBanten - KABARPROGRESIF.COM Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan bersama Menko PMK Muhadjir Effendy dan Menhub Budi Karya Sumadi menghadiri rapat koordinasi angkutan lebaran 2024 lintas Merak-Bakauheni, Sabtu (23/3).Dalam … Read More
Polri Gelar Rakor Lintas Sektoral Bahas Penyelenggaraan Mudik Lebaran 2024Jakarta - KABARPROGRESIF.COM Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas kementerian dan lembaga membahas terkait kesiapan penyelenggaraan mudik-balik Lebaran dan Operasi Ketupat 202… Read More
Bantuan Polri untuk Korban Banjir Demak dan Kudus DiperpanjangJakarta - KABARPROGRESIF.COM Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Dedi Prasetyo, memberangkatkan 110 personel dalam misi kemanusiaan untuk membantu penanggula… Read More
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar