
Pada saat pemberangkatan, Kasi Ops Rem 081/DSJ Mayor Inf Totok Priyo Kismanto mengungkapkan pada 2012 lalu secara resmi telah didirikan Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI). Sehingga sejak itu bela diri asal Korea Selatan ini mulai disosialisasikan kepada masyarakat umum di Indonesia. Sosialisasi berupa roadshow ke sejumlah kota besar di Indonesia dan diperagakan juga sejumlah jurus yang dilakukan oleh atlet Yongmoodo. "Faktor keamanan sangat penting karena seni bela diri ini cukup ekstrim dan keras sehingga beresiko cukup tinggi," ucapnya.
Kasi Ops berharap agar seluruh anggota dalam mengikuti ujian nanti, laksanakan dengan serius ikuti semua petunjuk pelatih, jangan main-main utamakan faktor keamanan. Dengan harapan semua bisa berjalan sekses dan aman sehingga kemampuan bela diri militer prajurit tetap terpelihara sehingga prajurit TNI AD khususnya di satuan Korem 081/DSJ dan jajaran semakin siap operasional.
Dikatakan sejalan dengan falsafah militer yang menjunjung sportifitas dan patriotisme, beladiri tangan kosong ini telah menjadi seni beladiri wajib di TNI Angkatan Darat sejak tahun 2008 sebelum resmi disosialisasikan kepada masyarakat. Yongmoodo sendiri dalam istilah kemiliteran disebut sebagai Bela Diri Militer (BDM) TNI AD yang wajib dikuasai oleh para prajurit di seluruh satuan jajaran TNI AD. (arf)
0 komentar:
Posting Komentar