
Berdasarkan dari pengamatan dan penelitian bahwa hasil produksivitas panen padi dengan sistem Ubinan sangat bagus. Hasil ubinan pertama 4,13 kg dan hasil ubinan ke dua 5,57 kg, bila diambil rata - rata hasil panen, sistim ubinan pertama dan kedua menghasikan padi 4,94 kg dengan luas lahan 100 m. Hasil produksi panen padi dengan sistim ubinan dilaksanakan pada tgl 16 Nov 2015 yang di ikuti KSK Perak, PPL Kec. Perak, Babinsa dan KSSP BPS Kab. Jombang yang dilaksanakan oleh Petani pelaksana Demplot Ds. Kepuhkajang Kec. Perak, PPL, Pendamping UPSUS wilayah Perak dan Mahasiswa. Dari hasil wawancara dengan para petani pelaksana Demplot di desa Kepuhkajang, bahwa produksivitas padi musim tanam sebelumnya 6,3 ton/ha, sedangkan hasil ubinan diperoleh hasil produksi padi sebesar 7,9 ton/ha.
Hal ini menunjukan bahwa penggunaan Biofertiliter PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobakteria ) dan Jamur MIKORIZA pada budidaya tanaman padi dengan sistim Jajar legowo 4 : 1 dg ukuran 40 cm x 40 cm dapat meningkatkan hasil produksi tanaman padi sebesar 1, 6 ton/ ha. Harapan dari Poktan Kec. Perak keberhasilan yg telah dicapai ini supaya ditingkatkan lagi dan bisa diikuti oleh Poktan -Poktan lainnya kususnya wil Kec. Perak.
Dlm acara tersebut dihadiri Camat Perak, Danramil 0814/05 Perak, PPL Kc Perak, KSK ( Koordinator Statistik Kecamatan ), para Babinsa, Perangkat Ds dan Poktan Ds Kepuhkajang dg tema " Penggunaan Biofertilizer dan Mikoriza untuk meningkatkan Produksi Tanaman Padi " .(arf)
0 komentar:
Posting Komentar