Kamis, 27 September 2018
Kamis, September 27, 2018
progresifonline
Nasional
No comments
KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta) Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih mengatakan terjadi pertemuan di rumah pribadi Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto terkait dengan pengawalan proyek pembangunan PLTU Riau-1, pada pertengahan Januari 2018.
Eni menyebut pertemuan itu dihadiri mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, Ketua Fraksi Golkar Melchias Marcus Mekeng, serta pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited Johannes B Kotjo.
"Pokoknya bahwa pertemuan itu ada. Pertemuan itu ada dan saya sudah jelaskan pertemuan itu apa saja kepada penyidik," kata Eni usai diperiksa, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/9).
Eni ditetapkan sebagai tersangka bersama Kotjo dan Idrus terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Eni dan Idrus diduga bersama-sama menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Total uang yang diterima Eni secara bertahap dari Kotjo sebesar Rp6,25 miliar.
Eni mengaku tak masalah dengan bantahan Airlangga soal pertemuan di rumahnya. Menurutnya, kebenaran pertemuan itu bisa dikonfirmasi kepada sejumlah pihak yang hadir di rumah Airlangga.
"Kalau Pak Airlangga menyanggah silahkan saja. Nanti tinggal tanya yang ada di situ, kan ada beberapa orang yang ada di situ," ujarnya.
Eni menolak menjelaskan lebih lanjut tentang pembahasan dalam pertemuan di rumah Airlangga. Eni yang juga kader Golkar itu mengaku sudah menjelaskan pertemuan di rumah Airlangga tersebut kepada penyidik KPK.
"Pokoknya semua sudah saya jelaskan ke penyidik," kata Eni.
Sebelumnya, Airlangga mengakui mengenal Kotjo, yang telah ditetapkan sebagai tersangka suap terkait proyek PLTU Riau-1.
"Terkait saudara Johannes Kotjo, karena yang bersangkutan adalah pengusaha nasional, tentu tahu, tapi tidak punya apa pun keterkaitan," kata Airlangga, di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (26/9).
Airlangga mengakui bertemu dengan Kotjo, mencampur mantan Menteri Sosial Idrus Marham datang ke kediamannya.
Saat itu, Idrus datang bersama Kotjo dan Eni. Menteri Perindustrian itu mengklaim tak tahu jika Idrus mengajak Kotjo dan Eni.
"Beliau [Idrus] datang bersilaturahmi ke rumah saya. Namun, tanpa sepengetahuan saya sebelumnya, saudara Idrus Marham ternyata ditemani oleh saudara Johannes Kotjo dan saudari Eny Saragih," katanya.
Saat itu, kata Airlangga, diulang juga lebih dulu muncul Ketua Fraksi Partai Golkar Melchias Markus Mekeng.
Namun, dia mengklaim pertemuan itu tidak membahas semua yang berhubungan dengan bisnis.
"Tidak ada pembicaraan bisnis, proyek, atau apa pun di situ," kata Airlangga. (rio)
Related Posts:
KPK Obok-Obok Rumah Billy Sindoro di Tangerang KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) obok-obok kediaman Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, Rabu (17/10/2018). Sebelumnya, KPK juga menggeledah sejumlah lokasi di Tangerang dan Bek… Read More
Bupati Buton Selatan Didakwa Terima Suap Rp 578 Juta KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta) Bupati nonaktif Buton Selatan Agus Feisal Hidayat didakwa menerima suap Rp 578 juta. Suap tersebut diberikan oleh dua pengusaha, yakni Tony Kongres alias Acucu dan Simon Liong alias Chenchen… Read More
KPK Geledah Kantor Lippo Group di Menara Matahari Terkait Kasus Izin Meikarta KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Lippo Group di Menara Matahari, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, Rabu (17/10/2018). Hingga Rabu siang, penggeledahan masih dilakukan. "Pe… Read More
KPK Periksa Idrus Marham Soal Kasus Eni Maulani Saragih KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, Rabu (17/10/2018). Idrus yang mengenakan rompi tahanan KPK itu tampak mendatangi g… Read More
KPK Telusuri Kata Sandi 'Babe' Dalam Suap Izin Meikarta KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan kata sandi baru dalam kasus dugaan suap terkait perizinan proyek Meikarta. Dalam proses penyidikan, KPK menemukan kata sandi "babe". "Belum bisa … Read More
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar