Kamis, 03 Maret 2016

KABARPROGRESIF.COM : (Jak Pusat) Dalam rangka menghadapi pelaksanaan KTT OKI di Jakarta yang akan dilaksanakan pada 6-7 Maret 2016, Kodim 0501/Jakarta Pusat BS melaksanakan Doa Bersama yang diikuti oleh seluruh anggota baik itu TNI dan PNS, bertempat di Makodim 0501/Jakarta Pusat BS Jl. Selaparang Blok B 11 Kav 1, Kel. Gunung Saharai Selatan, Kec. Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (2/3/16).

Tujuan dari kegiatan Doa Bersama ini adalah untuk memanjatkan doa agar selama pelaksanaan KTT OKI berlangsung nantinya senantiasa diberikan kelancaran dan keamanan tanpa ada hambatan suatu apapun, ungkap Dandim 0501/Jakarta Pusat BS Kolonel Inf Martin S.M. Turnip S.H.

KTT OKI merupakan event internasional yang sangat penting dan dihadiri oleh para Kepala Negara dan mendapat sorotan dari dunia luar, oleh karena itu kami akan siapkan anggota Kodim 0501/Jakarta Pusat BS secara semaksimal mungkin dalam melaksanakan pengamanan nantinya, tegas Dandim.

Dandim menyampaikan Kodim Jakarta Pusat BS sendiri akan melaksanakan pengamanan selain di tempat berlangsungnya kegiatan, juga melaksanakan pengamanan di hotel-hotel yang disediakan bagi para Kepala Negara peserta KTT OKI dan juga melaksanakan pengamanan rute di wilayah Jakarta Pusat yang akan dilalui dalam kegiatan tersebut.

“Pengamanan yang kita diberikan nantinya untuk menunjukkan kepada negara-negara peserta KTT OKI dan dunia luar bahwa Indonesia adalah negara yang aman untuk dikunjungi”, pungkas Dandim. (arf)

KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta) Kapten Arm Parjiyana S Sos, M Si menerangkan,kegiatan karya bakti yang dilakukan merupakan upaya penanganan genangan air yang sering terjadi di jalan Imam Bonjol tepatnya di perempatan Gunung Garuda sampai dengan kali Rawa Palangan yang mengakibatkan arus kendaran tersendat.

“Ini upaya mengatasi genangan air untuk memperlancar arus kendaraan dan ini juga bisa menambah debit air ke persawahan karena itu dialirkan ke saluran irigasi,”jelasnya.

Lebih lanjut Danramil 05/Cibitung menjelaskan, pengerukan akan dimaksimalkan selama dua hari dengan menurunkan semua anggota Koramil yang dibantu mitra babinsa, Satpol PP Cikbar, Polsek Cikbar dan masyarakat sekitar wilayah Sukadanau dengan panjang 500 meter yang nantinya setelah dikeruk akan dipasang yudit atau gorong-gorong agar aliran air bisa lancar.

“Kami akan maksimalkan pengerukan ini yang rencananya 2 hari selesai,” paparnya. Sementara itu, salah satu masyarakat yang sering melintas di jalan Imam Bonjol, Slamet mengatakan, kegiatan yang dilakukan pihak TNI ini sangat positif karena bisa memperlancar arus kendaraan  yang melewati jalan tersebut dikarenakan  genangan air sudah tidak ada.

Dirinya mengatakan, ‎genangan air di jalan Imam Bonjol ini sering membuat macet kendaraan karena genangannya sampai 50 cm bahkan lebih kalau intensitas hujan tinggi dan lama.

“Saya setuju banget dan terimakasih di sini dilakukan pengerukan. Jadi jalan ini tidak tergenang dan arus bisa lancar, biasanya kalo ujan di sini bisa 50 cm lebih kedalaman genangannya, membuat macet karena drinse nya jelek dan teruruk tanah, ” katanya singkat. (arf)

KABARPROGRESIF.COM : (Jak Pusat) Kodim 0501/Jakarta Pusat BS melaksanakan kegiatan Rakerinis Progja TA. 2016, bertempat di Aula Makodim 0501/Jakarta Pusat BS Jl. Selaparang Blok B 11 Kav 1, Kel. Gunung Saharai Selatan, Kec. Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/2/16).

Dalam kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kasdim 0501/Jakarta Pusat BS Letkol Arh Rakhmat Santoso dan dihadiri oleh Pa. Staf, Danramil, Wadanramil dan Bati Tuud Koramil jajaran Kodim 0501/Jakarta Pusat BS.

Dalam kegiatan Rakernis tersebut, seluruh Pa. Staf memaparkan bidangnya masing masing, mulai dari staf intel, operasi, personel, logistik dan teritorial.

Kasdim dalam sambutannya mengimbau kepada seluruh Staf dan Koramil jajaran Kodim 0501/Jakarta Pusat BS, agar selalu berbuat yang terbaik dan di TA. 2016 ini agar memotivasi diri untuk meningkatkan kinerja masing-masing, sehingga apapun kegiatan baik program maupun non program yang digariskan dari Komando Atas dapat dilaksanakan sesuai rencana.

Disamping itu Kasdim juga memerintahkan untuk dapat meningkatkan sinergitas, soliditas dan kerjasama yang baik antara Staf maupun dengan satuan bawah jajaran Kodim 0501/Jakarta Pusat BS.

Di akhir sambutannya Kasdim menekankan dan menghimbau agar dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, guna perbaikan-perbaikan hasil pada kegiatan-kegiatan yang akan datang.

Kegiatan Rakernis ini membahas program kerja yang harus dilaksanakan TA. 2016 dan mengevaluasi beberapa program kerja yang telah dilaksanakan TA. 2015 yang lalu dan kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. (arf)

KABARPROGRESIF.COM : (Jak Pusat) Bertempat di Aula SMKN 39 Jakarta, Danramil 06/Cempaka Putih Dim 0501/Jakarta Pusat BS Mayor Cba (k) Lili Febrianty, S.pd., M.M. memberikan ceramah tentang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara kepada pelajar SMKN 39 Jakarta, Rabu (2/3/16).

Kegiatan ceramah tersebut dapat dikuti oleh kurang lebih 110 orang pelajar SMKN 39 Jakarta beserta kepala sekolah dan guru-guru.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan jiwa nasionalisme dan semangat patriotisme di kalangan generasi muda, serta menumbuhkan minat para generasi muda untuk menjadi prajurit TNI-AD, ungkap Danramil.

“Dengan adanya penurunan jiwa nasionalisme dan semangat bela negara di kalangan generasi muda sekarang ini, Koramil 06/Cempaka Putih merasa peduli dan berkewajiban untuk melakukan pembinaan terhadap generasi muda khususnya di kalangan para pelajar”, imbuh Danramil.

Dalam ceramahnya, Danramil mengajak para generasi muda khususnya pelajar SMKN 39 Jakarta Jakarta agar mau menjadi generasi penerus bangsa yang mempunyai jiwa nasionalisme dan semangat bela negara yang tinggi. Dengan mempunyai hal tersebut, kita akan mampu untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Lebih lanjut Danramil menyampaikan kegaiatan semacam ini akan terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan ke sekolah-sekolah yang berada di wilayah Cempaka Putih. (arf)

Rabu, 02 Maret 2016

250 Anggotanya dites urine


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Perang dengan narkoba benar-benar dibuktikan oleh jajaran Garnisun Tetap (Gartap) III Surabaya.

Sebanyak 250 anggota personel Gartap III Surabaya harus melakukan tes urine, kemarin (2/3). Ini merupakan langkah pembersihan sebelum melakukan tes terhadap anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) lainnya di wilayah Jawa Timur.

Tes urin tersebut bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur, menindak lanjuti intruksi dari Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo untuk melalukan tes urin pada personel TNU.  Ini dilakukan pasca ditemukannya anggota yang sedang berpesta narkoba di perumahan Kostrad, Tanah Kusir, Jakarta, Januari 2016 lalu.

"Temuan di Jakarta menjadi momentum kita untuk melakukan tes urin. Sebelum melakukan tes urin pada personel TNI dibeberapa satuan di Jawa Timur," ujar Kepala Staff Garnisun Tetap III Surabaya Brigadir Jenderal Marinir Amirudin Harun.

Lebih lanjut Amiruddin menerangkan, tes ini merupakan langkah untuk melakukan pemeriksaan internal di dalam tubuh anggota TNI. Tentunya itu sebagai langkah serius dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

"Tes ini dilaksanakan guna mengukur, sejauh mana kita melakukan perang terhadap penyalahgunaan narkoba. Nantinya pasti akan kelihatan, apakah ada indikasi pengguna atau tidak, dari anggota Garnisun Tetap III," jelasnya setelah menyerahkan urin miliknya untuk di tes.

Jika terbukti adanya anggota yang menggunakan narkoba, Komandan Garnisun Tetap III Surabaya ini tidak segan mengambil tindakan tegas. Pengusutanpun akan dilakukan olehnya terkait personel TNI yang terbukti menggunakan narkoba. Hal tersebut sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku. Pemecatan bisa saja dijatuhkan kepada yang bersangkutan jika benar terbukti mengkonsumsi obat-obat terlarang.

"Kita lihat terlebih dahulu seberapa berat pelanggaran yang dilakukan. Sanksi akan kita lakukan, baik itu dari disiplin maupun pidana jika terbukti melakukan pelanggaran berat. Meskipun begitu, rehabilitasi tetap akan diberikan untuk semata-mata menyelamatkan anggota TNI," papar jenderal bintang satu tersebut.

Total anggota Garnisun Tetap III Surabaya yang berada di Jawa Timur berjumlah 468 personel. Dari jumlah tersebut, baru sebagian yang dites urin, karena menyesuaikan dengan keberadaan tempat di markas komando, Jalan Ngemplak Surabya. Sisanya tetap akan dilakukan tes juga dikemudian hari. "Ini baru tes tahap pertama, sebanyak 250 angota mengikuti tes hari ini," ungkapnya.

Sementara itu, hasil tes yang langung keluar. Ada sebanyak 247 anggota Garnisun Tetap III Surabaya yang telah mengikuti tes urin. Dan keseluruhannya terbukti negatif, tidak terbukti menggunakan narkoba. Pada tes yang dilakukan pagi hari setelah apel, BNN Provinsi Jawa Timur memanggil acak para personel TNI anggota Komando Garnisun Tetap Jatim. Kecuali mereka yang berada di lapangan, seperti Pamsus, Pomgar, Provos yang tekah dites secara keseluruhan personel.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi AKBP Firmasyah mendukung tentang adanya tes urin ini. Dirinya juga akan melakukan tes terhadap instansi yang lain di Jawa Timur. Tentunya ini sebagai langkah pencegahan terhadap peredaran narkoba di provinsi ujung timur Pulau Jawa ini.

"Kami selaku kabid rehabilitasi BNN Provinsi Jawa Timur selalu siap menerima pengguna untuk direhabilitasi. " Jelasnya. (arf)

KABARPROGRESIF.COM : (Tuban) Program kedaulatan pangan yang dicanangkan oleh Pemerintah Jokowi-JK telah menunjukkan hasil, salah satunya panen raya jagung di petak 29 E Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Tawun yang merupakan bagian dari Kesatuan Pemangkuan Hutan (BPKH) Bahoro. Dengan disaksikan langsung oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Sumardi beserta instansi terkait, panen raya jagung pada saat ini bisa dikatakan mencapai hasil yang sangat memuaskan. Bagaimana tidak, panen tersebut telah melampaui batas kapasitas perkiraan sebelumnya.

Sehubungan dengan panen raya tersebut, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Sumardi mengatakan, pihaknya akan terus mengawal seluruh kegiatan yang dilakukan oleh Pemda Tuban dan Perhutani, khususnya dalam rangka mewujudkan  ketahanan pangan. Sebab, kata Pangdam, hal itu merupakan suatu upaya maupun dukungan untuk ikut serta mensukseskan program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Pemerintah.”Salut kepada Perhutani dan Pemda Tuban yang telah menanam jagung di lahan seluas 19.000 hektar dengan hasil yang sangat memuaskan, kita akan berupaya maksimal untuk terus melakukan pendampingan guna mensukseskan program swasembada pangan,”ujar Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Sumardi.

Usaha Perhutani dalam mendukung program kedaulatan pangan sepertinya tidak main-main. Pasalnya, selama  beberapa tahun ini, Perhutani telah berhasil menghasilkan ribuan ton jagung hasil pertanian kepada Pemerintah. Hasil panen tersebut bisa dilihat dari tahun-tahun sebelumnya dan untuk musim tanam tahun 2015 kali ini panen jagung yang dihasilkan oleh Perhutani mencapai 396.120 ton. Selain itu, untuk mendukung kebijakan Kedaulatan Pangan tersebut sejak tahun 2014, Perum Perhutani juga bekerjasama dengan Universitas Gadjahmada dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan melakukan uji coba Integrated Farming System (IFS) di salah satu lahan seluas 156,50 Hektar.

Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur Andi Purwadi mengatakan, usaha dan hasil yang nyata yang ditunjukkan oleh Perhutani merupakan suatu upaya untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.”Dalam rangka mendukung program kedaulatan pangan Pemerintah yaitu mendukung dan mensukseskan Nawa Cita. Perum Perhutani akan terus bersinergi dengan BUMN lainnya,” kata Andi.

Sementara itu, H. Fatchul Huda menambahkan, Kabupaten Tuban merupakan daerah penghasil produksi pertanian dan peternakan. Maka dari itu, lanjut Bupati Tuban, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan hasil pertanian dan peternakan di Tuban. Bupati menambahkan, dalam mendukung peningkatan program swasembada pangan di wilayahnya, H. Fatchul Huda juga mengajak TNI-AD untuk ikut mengawasi proses kelancaran program tersebut. ”Sebagai lumbung padi, daging dan produk-produk pertanian lainnya, mari secara bersama-sama kita tingkatkan hasil produksi pertanian di Kabupaten Tuban. Selain itu, Mafia pupuk juga harus kita berantas di wilayah ini, dan saya berterima kasih banyak kepada TNI dan jajarannya dalam melakukan pengawalan program Kedaulatan pangan di Tuban selama ini,” tuturnya. (arf)

KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya Mayjen TNI Sumardi menghadiri Forum Silaturahmi Pecinta Sepak Bola di Wilayah Jawa Timur, bertempat di Gedung Mahameru Polda Jatim, Jalan Achmad Yani No. 116 Surabaya, Rabu  (2/3/2016).

Dalam sambutannya Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Sumardi mengatakan, “dengan digelar forum komunikasi ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memajukan olahraga sepak bola baik sebagai olahraga rakyat maupun sebagai olahraga yang dikelola secara profesional.  Disamping itu sebagai komitmen bersama untuk menggelorakan kembali gairah sepak bola di Jatim dan Indonesia umumnya, ditengah berbagai masalah yang dihadapi persepakbolaan nasional, baik dari aspek manajemen, tata kelola organisasi, maupun aspek-aspek sosial ekonomi yang terkait dalam dunia sepak bola,” kata Pangdam.

Salah satu olahraga yang diminati, digemari dan sangat merakyat di Indonesia adalah olahraga sepak bola. Dimana setiap gelaran turnamen sepak bola akan menjadi magnet tersendiri bagi semua kalangan untuk hadir dan menyaksikan jalannya pertandingan. Banyak suppoter atau pecinta sepak bola hadir untuk mendukung tim kesayangannya dalam setiap pertandingan, tidak pandang bulu apakah itu wanita, anak-anak sampai orang dewasa dan orang tua juga ikut meramaikan tribun penonton. Ini mengindikasikan bahwa olahraga sepak bola sangat digemari oleh semua kalangan.

Lebih lanjut Pangdam mengatakan, begitu merakyatnya olahraga ini, tentu semua yang hadir dalam forum ini sepakat dan menyetujui apabila olahraga ini terus digiatkan dan menjadi bagian dari sistem pembinaan olahraga berjenjang dan berkesinambungan. Ini penting karena selain sebagai sarana hiburan atau tontonan menarik, juga bisa menjadi perekat persatuan dan kesatuan, tanpa melihat latar belakang etnis, suku, budaya dan agama.  Olahraga sepak bola, juga merupakan media yang dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, nilai-nilai sportifitas dan semangat nasionalisme. Rasa kebersamaan itu akan tumbuh karena sesama pemain dalam satu tim harus solid, bersama-sama menjalankan strategi dan memiliki tujuan yang sama yaitu mencetak gol dan meraih kemenangan.

Dalam upaya membangkitkan semangat nasionalisme, sepak bola sudah terbukti efektif karena hanya dalam turnamen-turnamen sepak bola sekarang ini kita menyaksikan ratusan ribu orang bisa menyanyikan bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mengibarkan bendera merah putih dalam ukuran besar. Kecintaan kepada bangsa, terlihat jelas dalam berbagai pertandingan.

Diakhir amanatnya Pangdam berharap, pada semua yang hadir disini sepakat apabila olahraga sepak bola ini dijadikan sebagai salah satu media dalam rangka mempersatukan atau sebagai perekat anak bangsa. Tidak boleh terkotak-kotak, bahkan sampai terjadi perselisihan akibat pandangan sempit baik dari insan pengelola dan pelaku sepak bola maupun dari para suporter atau pendukung tim karena fanatisme yang berlebihan. Sepak bola nasional sejatinya harus menjadi olahraga yang menghibur dan berprestasi baik di level nasional bahkan internasional, sekaligus membawa dampak sosial ekonomi yang menguntungkan bagi rakyat banyak.

Di forum ini Pangdam juga mengajak semua yang hadir untuk melakukan upaya-upaya terpadu sesuai bidang tugas kita masing-masing untuk berupaya menggiatkan kembali olahraga sepak bola, yang lebih baik, lebih tertata, lebih professional dan lebih berprestasi.(arf)

KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Kasgartap III/Surabaya Brigjen TNI (Mar) Amirudin Harun memberikan pengarahan  kepada 340 personel Wan TNI Kogartap III/Surabaya pada pertemuan rutin Wan TNI TW I TA. 2016, bertempat di Gedung  Serbaguna Kogartap III/Surabaya,  Rabu (2/3/2016).

Dalam amanatnya Kasgar menyampaikan bahwa sebagai seorang istri pendamping suami diharapkan prajurit Wan TNI dapat memberikan dukungan moril kepada suami dan menjadi kebanggaan serta menjadi mitra sejajar suami namun tetap rendah hati, sebagai seorang ibu diharapkan mampu mengasuh, membimbing dan memberikan kasih sayang kepada putra putrinya agar menjadi orang yang baik dan berguna bagi nusa dan bangsa, dan sebagai bagian dari masyarakat hendaknya dipahami bahwa prajurit Wan TNI bukanlah kelompok eksklusif dalam masyarakat akan tetapi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat.

Prajurit Wan TNI diharapkan mampu melaksanakan tugasnya secara profesional dan proporsional sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang  diemban, senantiasa meningkatkan  kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional agar dapat  dalam melaksanakan tugas sebagai prajurit TNI  dan hendaknya tidak melupakan  kodratnya berperan sebagai istri pendamping suami, ibu dari putra putrinya  serta bagian dari masyarakat.

Diakhir amanatnya Kasgar memberikan penekanan kepada seluruh prajurit Wan TNI untuk senantiasa selalu mengingat antara lain,  harus selalu menjaga keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetap patuh kepada rambu dan koridor yang benar sesuai aturan yang ada, teguh pada prinsip dan tegas pada putusan, laksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, senang hati dan jujur, serta tanamkan kepada anak-anak  untuk tetap menjaga komunikasi kepada orang tua baik langsung maupun tidak langsung, selalu berbuat hal-hal yang positif agar tidak mengecewakan orang tua dan jauhi narkoba.

Hadir pada acara tersebut Perwira Koordinator (Pakor) Wan TNI  Letkol Chk (K) Esy Wahyu Widajati,  para Pakor Angkatan Darat, Laut, Udara serta Perwira Bintara Wan TNI Kogartap III/Surabaya. (arf)

KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Pasca diambil alih Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim dari Kejari Surabaya, Tiga dari Lima tersangka dugaan korupsi pengadaan logistik Pemilu 2014 akhirnya dijebloskan ke Penjara.

Mereka adalah, Nanang Subandi (32)  swasta, Achmad Suhari ( PNS staf bagian program pd sekretariat KPU jatim/ bendahara)  dan Anton yuliono (54)n  PNS sekretariat KPU prov jatim / pejabat penandatangan SPM).

"Ketiganya ditahan di Rutan Kelas I surabaya di madaeng selama 20 hari terhitung hari ini Rabu 2 Maret 2016 s/d 21 Maret 2016,"terang Kasipenkum Kejati Jatim, Romy Arizyanto, Rabu (2/3).

Sedangkan, dua tersangka lainnya, Fahrudi selaku perantara proyek, Ahmad Sumariyono selaku konsultan belum ditahan,  lantaran keduanya mangkirr dari panggilan. "Kita akan panggil lagi, kita juga belum tau apa alasannya mereka mangkir,"sambung Romy.

Terpisah, Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Pidsus Kejati Jatim Dandeni Herdiana menambahkan, dalam kasus ini tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru, asalkan ada dua alat bukti yang terpenuhi. Ditanya terkait adakah penetapan tersangka terhadap Jonathan Judianto Pj Bupati Sidoarjo, Dandeni menegaskan, apabila didapati dua alat bukti, siapapun bakal dijadikan tersangka.

“Jika dua alat bukti terkumpul dan terkait dengan kasus ini (korupsi KPU Jatim, red), siapapun orangnya tidak peduli jabatannya apa, pasti akan kita jadikan tersangka,”pungkas Dandeni.

Sementara Syahrul Borman selaku pengacara salah seorang tersangka mengaku, pihaknya akan meminta penagguhan penahanan atas kliennya. Sebab, kilenya dalam hal ini hanya menerima dan mentransfer udang dari tersangka Anton. “Kita ikuti saja penahanan yang dilakukan Kejaksaan. Yang pasti saya minta penagguhan penahanan,” pungkasnya.

Kejati Jatim mengambil alih penyidikan kasus dugaan korupsi penyimpangan pengadaan dan distribusi logistic Pilpres dan Pileg 2014 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim, yang sebelumnya diusut Kejari Surabaya. selaim lima tersangka yang sudah ditetapkan, Kejari Surabaya sempat memanggil Jonathan Judianto sebagai saksi.

Seperti diketahui, perkara ini awalnya disidik Kejari Surabaya, Namun setelah menetapkan lima tersangka, perkara yang merugikan negara Rp 7 miliar ini diambil alih Kejati Jatim.

Kasus ini bermula saat KPU Jatim seolah-olah mencetak DPT saat Pilpres dan Pileg 2014 pada sebuah perusahaan percetakan. Kemudian KPU Jatim menstransfer uang biaya cetak ke perusahaan tersebut. Namun, uang tersebut ternyata dikembalikan lagi oleh perusahaan itu ke oknum pejabat KPU Jatim. Perusahaan itu hanya dipakai namanya agar anggaran KPU Jatim bisa keluar. (Komang)

KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Pembuktian kasus dugaan korupsi dana operasional di Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Surabaya, yang menyeret Syaifullah Anshari sebagai pesakitan akhirnya memasuki babak akhir.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Feri Rahman menjatuhkan tuntutan 3,5 tahun penjara terhadap terdakwa Syaifullah.

Surat tuntutan itu dibacakan jaksa dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Rabu (2/3).

Dihadapan majelis hakim yang diketuai M Jalili Sairin, Mantan Kepala Kemenag Surabaya ini dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1), huruf b (2), (3) Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain menghukum badan, Syaifullah juga dihukum denda sebesar  Rp 50 juta,  subsider 6 bulan.

"Terdakwa juga dihukum untuk membayar uang pengganti kerugian negara sekitar Rp 668 juta, dan Jika tidak bisa mengembalikan, maka diganti dengan pidana penjara selama  21 bulan penjara,"ucap Jaksa Feri saat membacakan surat tuntutannya.

Menurut jaksa, tak ada alasan pemaaf atau pembenar bagi Sayifullah untuk lepas dari jeratan hukum. Sikap berbelit-belit selama persidangan menjadi pertimbangan yang memberatkan  bagi Syaifullah.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa Syaifullah dan tim pembelanya yakni
Abdul Rouf Al Makki mengaku akaan mengakukan nota pembelaan atau pledoi, yang sedianya akan dibacakan pada persidangan berikutnya.

Seperti diektahii, Dugaan korupsi pemotongan dana operasional itu diambil dari anggaran  DIPA tahun 2013-2014. Dana dari negara itu, untuk operasional lima seksi, antara lain Seksi Pendma, Seksi PHU, Seksi Pais, Seksi PD Pontren, dan Seksi Bimas. Diduga ada sebagian yang diselewengkan oleh terdakwa ketika menjebat sebagai Kepala Kemenag Surabaya.

Selain dana operasional lima seksi di Kemenag Surabaya, juga ada uang operasional sebesar Rp 3 juta per bulan untuk setiap KUA di Surabaya juga dipotong sebanyak 25 persen. Dana yang dicairkan ke masing-masing KUA jumlahnya lebih kecil dari nominal seharusnya. Diduga, pemotongan anggaran ini juga atas perintah terdakwa Syaifullah. (Komang)

KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Di sela kepadatan agenda dan kegiatan sebagai kepala daerah, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyempatkan menerima kunjungan Bupati Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Yoyok Riyo Sudibyo di Balai Kota Surabaya, Rabu (2/3/2016) pagi. Bupati Batang diterima di ruang kerja wali kota. Ikut mendampingi wali kota, Sekretaris Kota Surabaya, Hendro Gunawan dan Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhamad Fikser.  

Ada banyak hal yang dibicarakan oleh dua kepala daerah yang sama-sama menerima penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award 2015 ini. Bupati Batang banyak bercerita perihal dinamika yang terjadi di kota nya, progres pembangunan kota, hingga rencana kegiatan yang akan dilaksanakan. Pertemuan selama sekitar satu jam tersebut berlangsung akrab dan gayeng. “Saya datang (ke Surabaya) untuk nyambangi guru saya, mbak Risma (Wali Kota Tri Rismaharini). Itu yang pertama. Dan kedua, saya menyampaikan undangan kepada mbak Risma,” ujar Bupati Yoyok.

Undangan yang dimaksud Bupati Yoyok adalah mengharapkan kehadiran wali kota untuk hadir dan berbagi ilmu di kegiatan Festival Anggaran yang akan diselenggarakan di Batang, 13 Maret mendatang. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu tersebut rencananya dihadiri oleh kepala daerah (bupati dan wali kota) di kawasan Pantai Utara (Pantura). “Saya ambil (acaranya) hari Minggu. Semoga dari seluruh kesibukan Mbak Risma yang luar biasa, beliau meluangkan waktu dan meringankan langkah untuk bisa berbagi kebaikan dan kesuksesan dengan teman-teman bupati dan wali kota di Pantura. Ini tadi beliau bilang akan hadir,” sambung mantan anggota TNI ini.

Menurut Bupati yang tampil sederhana ini, tidak sekali ini dirinya datang berkunjung ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Dan selama berkunjung, dia menyebut selalu diterima dengan ramah. Karenanya, dia mengaku heran dengan munculnya kabar yang sempat mencuat bahwa berkunjung ke Pemerintah Kota Surabaya itu susah. Yoyok menganggapnya itu terjadi hanya karena miskomunikasi.

“Susahnya di mana? Saya bolak-balik berkunjung ke Surabaya dan selalui ditemui dengan ramah dan bersahabat. Saya dijamu dengan sangat baik. Komunikasi dengan Bu Risma itu tidak sulit. Bagi saya, dalam hal mengutamakan tamu, Bu Risma itu seusai dengan akidah muslim,” ujarnya.

Menurut bupati yang tampil sederhana ini, kedatangannya ke Surabaya kali ini bermula setelah dirinya tidak sengaja bertemu Wali Kota Tri Rismaharini di Jakarta. Dari situ, Bupati Yoyok lantas mengatakan akan berkunjung ke Surabaya. Dan, cukup dengan kontak telepon, ketika Wali Kota Risma ada waktu bertemu, Bupati Yoyok langsung berangkat ke Surabaya dengan menaiki kereta api, Senin (1/3).      

“Kalau berita yang kemarin itu saya pikir cuma miskomunikasi saja, jadi nggak usah dibesar-besarkan. Saya yakin tidak ada watak seperti itu di Mbak Risma. Saya udah sering ke Surabaya, bukan sekali ini. Ini tadi meski beliaunya sebenarnya ada kegiatan, kita tetap ngobrol sampai selesai,” ujarnya.

Wali kota Batang juga menyampaikan apresiasinya terkait inovasi dan sistem e-government yang digagas Wali Kota Tri Rismaharini. Menurutnya, sistem berbasis “e” yang diterapkan di Surabaya, seperti e-procurement, e-budgeting dan sebagainya, akan sangat bagus bila diambil oleh pemerintah pusat untuk kemudian mewajibkan kabupaten/kota mengaplikasikannya. “Ini di Surabaya baik (sistem nya), kenapa tidak dijadikan sistem baku. Termasuk juga sistem di kota lain yang juga baik agar pembangunan berjalan lebih baik. Ini kan sudah diakui, celah kebocoran anggaran dan korupsi, bisa dipagari dengan baik,” sambung bupat kelahiran 23 April 1972 ini.

Dia mencontohkan, di Kabupaten Batang, telah mengaplikasikan beberapa sistem yang diambil dari Surabaya. “Batang sudah jalan. Tahun ini mulai e-planning. Itu lho tidak perlu waktu lama. Saya minta sistem dan nggak susah. Tetapi memang, seperti kata Mbak Risma, tinggal bergantung komitmen kepala daerahnya,” sambung Bupati Yoyok.

Sebelumnya, ketika momen Hari Jadi Kota Surabaya ke-721 tahun, Wali Kota Tri Rismaharini menandatangani kerja sama E-Goverment lintas perkotaan dengan 14 kepala daerah. Ke 14 daerah yang melakukan penandatanganan lintas kerja sama yakni Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemkot Medan, Pemkot Tebing Tinggi, Pemkot Batam, Pemkot Pekanbaru, Pemkot Depok, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Pemkot Kediri, Pemkot Banjarmasin, Pemkot Balikpapan, Pemkab Kotawaringin Timur, Pemkot Palu, Pemkot Makassar dan Pemkab Jayapura.

Pemkot Surabaya membuka pintu lebar-lebar dan tidak keberatan bila keberhasilan dalam mewujudkan good governance dicontoh oleh daerah-daerah lain. "Para Kepala Daerah tertarik bekerja sama dengan kita karena Pemkot Surabaya sudah mendapatkan ISO untuk pengamanan Teknologi Informasi sebagai wujud pakta integritas," ujar wali Kota Risma kala itu.

Kerja sama yang dilakukan dalam bentuk Pemkot Surabaya memberikan softwere E-Goverment baik itu E-Budgeting sampai perizinan. Bahkan, bila beberapa kepala daerah tersebut membutuhkan training maka Pemkot Surabaya siap mengirimkan tenaga pelatihan.(arf)

KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Pemkot Surabaya terus mematangkan konsep pengurusan dokumen kependudukan dan perizinan via aplikasi mobile. Hal tersebut diutarakan Wali Kota Tri Rismaharini saat menerima kunjungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di balai kota, Rabu (2/3).

“Sekarang sedang kita bikin. Jika tidak ada kendala, minggu depan sudah siap launching,” ungkap Risma -sapaan Tri Rismaharini-.

Mantan kepala Bappeko Surabaya ini mengatakan, sejauh ini Pemkot Surabaya sudah berupaya menghadirkan model pelayanan publik yang dekat dengan masyarakat. Yakni dengan membangun sistem perizinan online Surabaya Single Window (SSW). Sistem tersebut juga dapat dimanfaatkan warga melalui e-Kios yang ada di kantor-kantor kecamatan dan kelurahan.

Tampaknya, Risma belum cukup puas dengan itu. Wali kota Surabaya yang terpilih dua periode itu menyatakan akan membawa sistem perizinan dan layanan kependudukan ke dalam mobile apps. Tujuannya, masyarakat dapat mengakses layanan melalui ponsel kapan pun dan dimana pun.

Menurut dia, masyarakat yang hendak mengurus akta kependudukan atau perizinan tinggal unduh aplikasinya di handphone. Nantinya, bila dokumen sudah jadi, pemohon dapat print sendiri. “Kalau di rumah tidak punya printer, bisa cetak di kantor kelurahan atau kecamatan,” imbuhnya.

Mengenai nama aplikasi, Risma mengaku belum memikirkannya. “Ngkok sek rek, ta pikire. Ta golek wangsit (nanti dulu, saya pikirkan. Saya cari petunjuk),” ujar Risma kepada awak media.

Terkait kunjungan KPK, Adlinsyah Nasution selaku Ketua Tim Koordinator Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) menuturkan, fokus KPK dalam memberantas korupsi tidak hanya berupa penindakan, tetapi juga pencegahan. Menurut dia, pencegahan yang efektif yakni dengan menggunakan sistem elektronik. “Selama masih manual, cenderung bermasalah. Dan Surabaya sudah menerapkan sistem pemerintahan berbasis teknologi informasi dan komunikasi,” paparnya.

Pria yang akrab disapa Choky ini mengungkapkan, pihaknya mengemban misi menyebarkan nilai-nilai pemerintahan yang baik ke daerah-daerah lain. Tiga hal yang menjadi perhatian KPK untuk level pemerintah daerah adalah APBD, pengadaan barang dan jasa, serta perizinan. Sedangkan Surabaya, kata Adlinsyah, sudah menerapkan tiga hal itu dengan sistem berbasis elektronik.

Untuk diketahui, Surabaya punya banyak program berbasis elektronik, misalnya e-Musrenbang, e-Budgeting, e-Procurement, e-Payment, e-Delivery dan sebagainya. “Inilah yang akan kita adopsi dan sebarkan ke daerah lain. Khususnya, bagi kepala daerah-kepala daerah yang baru dilantik,” imbuh dia.

Namun demikian, Adlinsyah mengingatkan, secanggih-canggihnya sistem dibuat, harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan punya integritas. Untuk itu, pihaknya akan berhati-hati membagi ‘resep’ program berbasis elektronik dengan melihat karakteristik dan kesiapan masing-masing daerah. (arf)

Narkoba

Koperasi & UMKM

Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Translate

Hukum

Metropolis

Nasional

Pidato Bung Tomo


Hankam

Popular Posts

Blog Archive