Kamis, 05 Juli 2018


KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta) Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan mengungkapkan kronologi operasi tangkap tangan (OTT) di Provinsi Aceh pada Selasa (3/7/2018). 

Hari itu, tim mengidentifikasi adanya penyerahan uang sebesar Rp 500 juta dari pihak swasta Muyassir kepada swasta lainnya Fadli di teras sebuah hotel di Banda Aceh. 

"MYS (Muyassir) membawa tas berisi uang dari dalam hotel menuju mobil di luar hotel kemudian turun di suatu tempat dan meninggalkan tas di dalam mobil," kata Basaria dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/7/2018) malam. 

KPK menduga Fadli menyetorkan uang tersebut ke beberapa rekening Bank BCA dan Mandiri sebesar masing-masing Rp 50 juta, Rp 190 juta dan Rp 173 juta. 

" Uang yang disetor ke beberapa rekening tersebut sebagian diduga digunakan untuk pembayaran medali dan pakaian di kegiatan Aceh Marathon 2018," ujarnya. 

Pada pukul 17.00 WIB tim KPK mengamankan Fadli dengan beberapa temannya di sebuah kafe di Banda Aceh. 

Kemudian, kata Basaria, KPK juga mengamankan sejumlah orang lainnya di beberapa tempat terpisah di Banda Aceh. Di antaranya pihak swasta T Syaiful Bahri yang diamankan pada pukul 18.00 WIB di sebuah kantor rekanan. 

"Dari tangan TSB (T Syaiful Bahri) diamankan uang Rp 50 juta dalam tas tangan," ujarnya. 

Tim KPK turut mengamankan pihak swasta, Hendri Yuzal, dan seorang temannya di sebuah kafe sekitar pukul 18.30 WIB. 

Selanjutnya tim KPK bergerak ke pendopo gubernur. Di sana, KPK mengamankan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Pihak-pihak tersebut diamankan ke Mapolda Aceh untuk menjalankan pemeriksaan awal. 

" Secara paralel tim KPK lainnya di Kabupaten Bener Meriah mengamankan sejumlah pihak. Sekitar pukul 19.00 WIB tim mengamankan AMD (Ahmadi), Bupati Bener Meriah, bersama ajudan dan supir di sebuah jalan di Takengon," katanya. 

Pada pukul 22.00 WIB KPK mengamankan pihak swasta lainnya, Dailami, di kediamannya di Kabupaten Bener Meriah. KPK membawa mereka ke Mapolres Takengon untuk menjalani pemeriksaan awal. 

"Hari ini tim juga memeriksa MYS (swasta, Muyassir) di Polda Aceh," katanya. 

Hari ini, KPK telah membawa Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah Ahmadi, dua orang swasta Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri ke gedung KPK. Keempatnya telah ditetapkan sebagai tersangka.   

Dalam konstruksi perkara, KPK menduga upaya pemberian uang Rp 500 juta dari Ahmadi kepada Irwandi terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun 2018. 

"Diduga pemberian tersebut merupakan bagian daru komitmen fee 8 persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintah Aceh dan setiap proyek yang dibiayai dari dana DOCA," ujar Basaria. 

Menurut Basaria, pemberian kepada Irwandi dilakukan melalui orang-orang terdekatnya serta orang-orang terdekat Ahmadi sebagai perantara. (rio)


KABARPROGRESIF.COM : (Selayar) Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dwi Sulaksono, S.H., M. Tr (Han) dengan menggunakan pesawat Cassa milik TNI Angkatan Laut meninjau langsung di atas tempat tenggelamnya KMP Lestari Maju di wilayah perairan Kabupaten Selayar-Sulawesi Selatan, Rabu (04/07/2018).

Dalam peninjauan langsung ini, Danlantamal VI bersama Tim mengitari area tenggelamnya KMP Lestari Maju ini sebanyak tiga kali putaran di atas wilayah laut tempat tenggelamnya KMP Lestari Maju tersebut.

“Peninjauan langsung dari atas udara ini dilakukan untuk melihat keadaan langsung keadaan serta membantu TIM SAR yang sedang dalam pencarian korban di area sekitar tenggelamnya KMP Lestari Maju”, ujar Danlantamal VI.

Danlantamal VI juga menyampaikan bahwa saat ini TIM SAR dari Lantamal VI telah berusaha untuk terus mencari sisa-sisa korban yang tenggelam. ”Kami juga sudah menerjunkan dua penyelam dan akan segera memberikan informasi, apabila dalam pencarian yang sedang berlangsung ini telah menemukan sisa-sisa korban yang masih ada”, tambahnya. (arf)

Rabu, 04 Juli 2018


KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta) Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) mengamankan sejumlah barang bukti dalam kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada Selasa (3/7/2018) kemarin.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi ikut terjaring dalam OTT ini.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa uang sebesar Rp 50 juta dalam pecahan Rp 100 ribu, bukti transaksi perbankan Bank BCA dan Mandiri, serta catatan proyek.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengungkapkan, pada Selasa (3/7/2018) kemarin, tim mengidentifikasi adanya penyerahan uang sebesar Rp 500 juta dari pihak swasta Muyassir kepada swasta lainnya Fadli di teras sebuah hotel di Banda Aceh.

"MYS (Muyassir) membawa tas berisi uang dari dalam hotel menuju mobil di luar hotel kemudian turun di suatu tempat dan meninggalkan tas di dalam mobil," kata Basaria dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/7/2018) malam.

KPK menduga Fadli menyetorkan uang tersebut ke beberapa rekening Bank BCA dan Mandiri sebesar masing-masing Rp 50 juta, Rp 190 juta dan Rp 173 juta.

"Uang yang disetor ke beberapa rekening tersebut sebagian diduga digunakan untuk pembayaran medali dan pakaian di kegiatan Aceh Marathon 2018," ujarnya.

Pada pukul 17.00 WIB tim KPK mengamankan Fadli dengan beberapa temannya di sebuah kafe di Banda Aceh.

Kemudian, kata Basaria, KPK juga mengamankan sejumlah orang lainnya di beberapa tempat terpisah di Banda Aceh. Di antaranya pihak swasta T Syaiful Bahri yang diamankan pada pukul 18.00 WIB di sebuah kantor rekanan.

"Dari tangan TSB (T Syaiful Bahri) diamankan uang Rp 50 juta dalam tas tangan," ujarnya.

Tim KPK turut mengamankan pihak lainnya, Hendri Yuzal dan seorang temannya di sebuah kafe sekitar pukul 18.30 WIB.

Selanjutnya tim KPK bergerak ke pendopo gubernur. Di sana, KPK mengamankan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Pihak-pihak yang diamankan dibawa ke Mapolda Aceh untuk menjalankan pemeriksaan awal.

"Secara paralel tim KPK lainnya di Kabupaten Bener Meriah mengamankan sejumlah pihak. Sekitar pukul 19.00 WIB tim mengamankan AMD (Ahmadi), Bupati Bener Meriah bersama ajudan dan supir di sebuah jalan di Takengon," katanya.

Pada pukul 22.00 WIB KPK mengamankan pihak swasta lainnya, Dailami, di kediamannya di Kabupaten Bener Meriah. KPK membawa mereka ke Mapolres Takengon untuk menjalani pemeriksaan awal.

"Hari ini tim juga memeriksa MYS (swasta, Muyassir) di Polda Aceh," katanya.

Hari ini, KPK telah membawa Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah Ahmadi, dua orang swasta Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri ke gedung KPK.

Keempatnya telah ditetapkan sebagai tersangka. 

Dalam konstruksi perkara, KPK menduga upaya pemberian uang Rp 500 juta dari Ahmadi kepada Irwandi terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun 2018.

"Diduga pemberian tersebut merupakan bagian daru komitmen fee 8 persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintah Aceh dan setiap proyek yang dibiayai dari dana DOCA," ujar Basaria.

Menurut Basaria, pemberian kepada Irwandi dilakukan melalui orang-orang terdekatnya serta orang-orang terdekat Ahmadi sebagai perantara. (rio)


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Untuk mengasah dan mempertajam kemampuan menembak,  personel Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) atlit tembak Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal V)  melaksanakan latihan menembak bersama di Lapangan Tembak Pomal Lantamal V,  Jl.  Hang Tuah no. 1 DBAL Ujung,  Surabaya, Rabu (4/7).

Latihan yang dimulai pukul 08.30 wib tersebut, diikuti para perwira Polisi Militer Lantamal V dan juga melibatkan beberapa atlit tembak Lantamal V. Tampak juga Komandan Polisi Militer Lantamal V Letkol Laut (PM) Joko Tri Suhartono ambil bagian dalam sesi latihan tersebut.

Menurut Joko-sapaan akrab Danpomal Lantamal V mengatakan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk mempertajam kemampuan menebak pistol para perwira Polisi Militer Lantamal V guna mendukung pelaksanaan kegiatan tugas kedinasan.

Latihan ini juga sekaligus mengakomodir para atlit tembak Lantamal V untuk bergabung dalam sesi latihan.

"Para atlit tembak Lantamal V secara rutin melaksanakan latihan di Lapangan Tembak JW Kainama, biar ada nuansa lain,  saya ajak untuk sesekali menggunakan Lapangan Tembak Pomal," terang Joko.

Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan beberapa jenis tembak yaitu slow fire (red-tembak lambat) dan Rapid Fire (red-tembak reaksi cepat) dimana sebelumnya para petembak diberikan kesempatan untuk mencoba lintasan dan pistol yang digunakan dengan masing-masing 3 butir peluru. (arf)


KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menjelaskan, pihaknya akan membawa Bupati Bener Meriah Ahmadi ke Jakarta pada malam ini.

"Bupati Bener Meriah malam ini akan dibawa ke kantor KPK di Jakarta," kata Febri, Rabu (4/7/2018) malam.

Sejauh ini, ada dua orang yang telah diberikan KPK ke Jakarta. Mereka adalah Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan staf khusus sekaligus ajudannya Hendri Yuzal.

Hendri Lalu tiba-tiba lebih dulu sekitar pukul 12.45 WIB. Lalu, pada pukul 14.04 WIB Irwandi mendatangi gedung KPK.

Febri tak menjelaskan secara langsung siapa pun yang lain selain Ahmadi yang sedang dibawa ke Jakarta.

"Dua (orang) sedang sedang dalam perjalanan," kata Febri.

Febri juga mengungkapkan, penyidik ​​KPK juga sedang mendalami masalah ratusan juta rupiah dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Aceh, Selasa (3/7/2018).

"Tim sedang mendalami dugaan keterkaitan Rp 500 juta yang diamankan dengan Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun 2018," ujar Febri.

Kemarin, KPK mengamankan 10 orang dalam OTT di beberapa lokasi di Aceh.

Dua di antara 10 orang adalah kepala daerah, sementara orang lain adalah pihak non-aparatur sipil negara (ASN).

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum memberikan keterangan resmi secara lebih detail tentang OTT dan status hukum orang-orang yang diamankan.

Rencananya, kata Febri, malam ini akan dilakukan konferensi pers informasi penindakan yang dilakukan tim KPK di Aceh. (rio)


KABARPROGRESIF.COM : (Demak) Serahterima Jabatan dalam suatu organisasi merupakan suatu hal yang biasa terjadi dalam rentang waktu tertentu dan setiap saat dapat dilakukan, demikian dikemukakan Dandim 0716/Demak Letkol Inf Abi Kusnianto ketika memimpin kegiatan Korps Raport dan sertijab Danramil jajaran Kodim 0716/Demak di Aula Makodim 0716/Demak. Rabu (4/7).

Lanjut Dandim, Sertijab hendaknya dipandang sebagai momentum penting baik bagi Satuan maupun bagi pejabat yang bersangkutan, karena secara kelembagaan Sertijab menjadi titik pangkal kinerja satuan dalam menghadapi tugas pokok kedepan agar dapat lebih berhasil, jelasnya.

Kegiatan korps Raport dan sertijab Danramil jajaran Kodim 0716/Demak ini di hadiri Kasdim 0716/Demak Mayor Inf Harianto, Para Perwira Staf dan Danramil, Ketua Persit KCK Cab.XXXVII Dim 0716/Demak beserta pengurus dan perwakilan anggota Kodim 0716/Demak.

Perwira yang melakukan Sertijab antara lain Danramil 06/Wedung Kapten Inf Ahmad Syafi’i pindah menjadi Danramil 04/Dempet Dim 0716/Demak. Pasiter Dim 0716/Demak Kapten Inf Triyono pindah menjadi Danramil 04/Dempet Dim 0716/Demak.Beserta anggota baru Kapten Arh menjadi Pasilog Dim 0716/Demak.

Dalam kesempatan ini Dandim 0716/Demak Letkol Inf Abi Kusnianto menyampaikan baik atas nama Satuan dan selaku Pribadi mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada Pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya,

" Bagi Pejabat baru terus tingkatkan apa yang telah dirintis dan dibina selama ini oleh Pejabat lama dan dapat dijadikan modal untuk mencapai keberhasilan dalam tugas yang baru, " ujar Letkol Inf Abi.

Dandim juga menambahkan agar para babinsa melaksanaan pembinaan Teritorial (BINTER) diwilayah pedesaan/kelurahan. Kemampuan Babinsa sangat menentukan keberhasilan BINTER sehingga di dalam melaksanakan tugasnya Babinsa harus selalu berkoordinasi dengan aparat terkait di Desa/ Kelurahan seperti tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda agar tidak terjadi kegagalan-kegagalan dalam melaksanakan tugasnya.(andre).


KABARPROGRESIF.COM: (Jakarta) Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) merupakan anggota tiga anggota DPRD Sumatera Utara. Ketiganya adalah Rijal Sirait, Roslynda Marpaung, dan Rinawati Sianturi.

Mereka merupakan bagian dari 38 anggota dan anggota DPRD yang terlibat dalam kasus dugaan suap dari para Gubernur Provinsi Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

Suap itu terkait fungsi dan tanggung jawab mereka sebagai anggota Dewan Penghasilan Negara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk Tahun Anggaran 2012-2014 oleh DPRD sumut, persetujuan Perubahan APBD Provinsi Sumut Tahun 2013-2014 oleh DPRD Sumut.

Kemudian terkait pengesahan APBD tahun anggaran 2014-2015 dan penggunaan hak interpelasi anggota DPRD Sumut pada 2015.

"Ditahan di rutan cabang KPK selama 20 hari pertama," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (4/7/2018).

Dari  Pantauan, yang pertama kali keluar dari gedung Merah Putih KPK adalah Rijal Sirait. Ia keluar dari gedung KPK sekitar pukul 17.35 WIB dengan meminjam peci, rompi tahanan dan membawa tasbih.

Rijal balikkan kepada masyarakat Sumatera Utara. Baca juga: KPK Periksa 200 Saksi untuk Kasus Uang Tutup Mulut DPRD Sumut.

"Masyarakat Sumut saya Rijal Sirait saya mohon izin dan mohon maaf. Peristiwa ini merujuk Allah," kata dia.

Ia juga mengaku telah mengalokasikan uang sebesar Rp 300 juta kepada KPK.

"Sudah saya kembalikan Rp 300 juta," kata dia.

Selanjutnya, sekitar pukul 18.15 WIB, mantan Anggota DPRD Sumut Roslynda Marpaung keluar tanpa berkomentar dan langsung mengakses mobil tahanan Pada pukul 18.43 WIB, Anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 Rinawati Sianturi dari lembaga KPK dan termasuk mobil tahanan. (rio)


KABARPROGRESIF.COM : (Boven Digoel, Papua) Dua bulan lagi, rencananya tugas Yonif Raider 500/Sikatan sebagai personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) di wilayah perbatasan Indonesa-Papua Nugini, rencananya akan terselesaikan.

Akan tetapi, sebelum meninggalkan tanah Papua, Kodam V/Brawijaya memastikan terlebih dahulu jika seluruh tugas dan tanggung jawab personel Yonif Raider 500/Sikatan selama berada di wilayah perbatasan tersebut, telah diselesaikan dengan baik.

Sehubungan dengan hal itu, dengan didampingi beberapa pejabat teras Makodam, Kepala Staf Kodam (Kasdam) V/Brawijaya, Brigjen TNI Widodo Iryansyah, S. Sos, menggelar kunjungannya ke Kabupaten Boven Digoel, Papua. Selasa, (3/7/2018).

Dalam kunjungan tersebut, Kasdam mengimbau seluruh personel pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, untuk tetap menjunjung tinggi pedoman TNI.

“Tugas yang kalian emban, merupakan tugas yang mulia. Maka dari itu, tetap jaga moral, semangat dan kedisiplinan selama menjalankan tugas,” imbau Kasdam.

“Pelaksanaan tugas ini, masih tersisa dua bulan,” tambah Brigjen Widodo.

Dikatakan Kasdam, dalam mendukung semua tugas dan tanggung jawab sebagai personel Satgas Pamtas. Tak hanya kedisiplinan saja, ujar Kasdam, guna mewujudkan situasi yang aman dan kondusif di wilayah perbatasan, kedekatan maupun komunikasi diantara personel Satgas dan masyarakat sekitar, juga menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan.

“Pahami kultur budaya setempat, bentuklah jaring komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat,” pintanya.

Dalam kunjungannya tersebut, tak hanya disambut Dansatgas Yonif Raider 500/Sikatan, Letkol Inf Sidik Wiyono. Akan tetapi, kedatangan Jenderal dengan bintang satu di pundaknya itu, juga disambut oleh Komandan Kodim (Dandim) 1711/Boven Digoel, Letkol Inf Candra Kurniawan, Wakil Bupati, Kapolres Boven Digoel serta beberapa pihak lainnya.(andre)


KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta) Gubernur Aceh Irwandi Yusuf tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) ), Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Irwandi yang mendatangi orang-orang yang tiba-tiba datang sendiri menumpang mobil tahanan KPK sekitar pukul 14.04 WIB.

Sembari beredar senyum, Irwandi yang melakukan pelayanan KPK langsung untuk gedung dan menuju lantai 2 gedung KPK.

"Nanti ya, nanti ya," ujar Irwandi singkat.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, penyidik ​​KPK juga sedang mendalami masalah uang ratusan juta rupiah dalam operasi tangkap tangan ( OTT ) di Aceh, Selasa (3/7/2018).

"Tim sedang mendalami dugaan keterkaitan Rp 500 juta yang diamankan dengan Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun 2018," ujar Febri, Rabu (4/7/2018).

Kemarin, KPK mengamankan 10 orang dalam OTT di beberapa lokasi di Aceh.

Dua di antara 10 orang adalah kepala daerah, sementara orang lain adalah pihak non-aparatur sipil negara (ASN).

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum memberikan keterangan resmi secara lebih detail tentang OTT dan status hukum orang-orang yang diamankan.

Rencananya, kata Febri, malam ini akan dilakukan konferensi pers informasi penindakan yang dilakukan tim KPK di Aceh. (rio)


KABARPROGRESIF.COM : (Ternate) Bintara Pembina Desa /Babinsa jajaran Kodim 1501/Ternate kembali berhasil menangkap peredaran miras illegal daru masyarakat di kawasan Kelurahan Stadion Ternate Tengah.

Adalah Kopral Satu Yasri Babinsa Kelurahan Stadion yang mendapatkan informasi dari warga tentang adanya peredaran miras di Kelurahan binaannya, tanpa menunggu waktu lama Koptu Yasri langsung mendatangi lokasi dan menemukan 75 kantong minuman keras jenis cap tikus yang disimpan oleh JS (27 Thn) di kamar kontrakannya.

Tidak cukup sampai disitu, saat dimintai keterangan JS mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang bandar besar di Gudang Pt. MJ yang beralamat di kawasan kalumpang. Atas dasar informasi tersebut Koptu Yasri mengamankan tersangka dan barang bukti di Makoramil kemudian kemudian melaporkannya ke Danramil Kota Kapten Inf Sentot Teguh Hartanto yang kemudian diteruskan ke Dandim.

Sekira pukul 12.00 Wit Kasdim 1501/Ternate Mayor Inf Anton Santoni bersama Pasiops dan Danramil Kota beserta sejumlah anggota melakukan penggerebegan gudang di kawasan Kalumpang dan ditemukan Barang Bukti 752 Kantong miras jenis cap tikus, 10 Botol bir dan 2 Jerigen ukuran 25 liter cap tikus milik warga an. BT. Barangbukti dan tersangka untuk sementara diamankan ke Makodim 1501/Ternate.

Barang bukti tersebut sebagian dimusnahkan secara langsung oleh Personel Makodim bersama masyarakat peserta Komsos yang secara kebetulan sedang mengikuti kegiatan di Makodim untuk selanjutnya akan dilimpahkan ke Polres Ternate.

Sementara itu dalam keterangannya Dandim 1501/Ternate Letkol Inf Bambang Sugiyarta, S.H., M.Tr (Han) menyampaikan bahwa ini merupakan bukti bila TNI dan Polri khususnya di wilayah Kota Ternate ini serius dalam memerangi peredaran minuman keras,

" Saya dengan pak Kapolres secara intens akan melakukan berbagai upaya mulai dari pencegahan pengiriman dari luar daerah hingga pemberantasan yang sudah beredar di wilayah Kota Ternate. Dengan sinergitas tersebut diharapkan kita dapat menciptakan wilayah Kota Ternate yang aman dan kondusif serta terbebas dari peredaran miras illegal. (andre(


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan menghadiri acara World Cities Summit (WCS) 2018 di Singapura pada 7-9 Juli 2018. World Cities Summit (WCS) 2018 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Singapura itu merupakan kegiatan pertemuan eksklusif antar Wali Kota atau pemimpin kota dalam rangka berdiskusi mengenai tantangan perkotaan yang mendesak dan juga berbagi best practices.

Dalam lawatan ke luar negeri itu, Wali Kota Risma akan menjadi pembicara di dua forum dan juga akan menerima penghargaan Lee Kuan Yew kategori Special Mentions pada Senin depan, 9 Juli 2018. Penghargaan ini berhasil diraih karena para juri menilai bahwa Pemerintah Kota Surabaya berhasil melestarikan kebudayaan dan menerapkan strategi yang berani dalam menjaga dan membangun area perkampungan.

“Kategori Special Mention yang diraih Kota Surabaya bersamaan dengan tiga kota dunia lainnya, yakni Hamburg di Jerman, Kazan di Rusia dan Tokyo di Jepang. Itu artinya, Kota Surabaya sudah sejajar dengan kota-kota lain dunia,” kata Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser di ruangannya, Rabu (3/7/2018).

Menurut Fikser, penghargaan yang digelar setiap dua tahun sekali ini diberikan oleh Urban Redevelopment Authority (URA) di Singapura dan Centre for Liveable Cities (CLC). Sebenarnya, Kota Surabaya sudah dua kali mengikuti ajang penghargaan ini, yaitu pada tahun 2014 dan 2016.

“Namun, dua kali ikut belum berhasil. Baru tahun 2018 ini, Kota Surabaya berhasil meraih penghargaan ini,” tegasnya.

Selain itu, pada acara World Cities Summit (WCS) 2018 itu, Wali Kota Risma akan menjadi pembicara di forum ASEAN Mayors Forum 2018. Dalam forum itu, ia akan menyampaikan tentang pengalaman Surabaya yang pernah menjadi tuan rumah ASEAN Mayor Forum pada tahun 2011 silam.

Sedangkan pembicara kedua, Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu akan memaparkan tentang upaya pemerintah dalam mempersiapkan diri untuk merangkul inovasi, beradaptasi kepada teknologi-teknologi baru dan mengatasi bisnis-bisnis model baru serta menghadapi tantangan-tantangan baru ke depannya.

“Jadi, agendanya menerima penghargaan dan menjadi pembicara di dua forum,” ujarnya.

Oleh karena itu, Wali Kota Risma mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat mulai dari pengusaha, perguruan tinggi, media dan seluruhnya atas peran sertanya dalam membangun Kota Surabaya. Hal ini yang menjadi kunci keberhasilan Kota Surabaya dalam meraih penghargaan Internasional Spesial Mention pada Lee Kuan Yew Word City Prize 2018 ini.

“Terus terang ini efort dari masyarakat yang terbaik di dunia,” kata Wali Kota yang sarat prestasi ini.

Wali Kota Risma juga mengaku perjuangan Kota Surabaya meraih penghargaan ini tidaklah mudah. Sebab, selama proses penjurian, ia mengaku sulit untuk meyakinkan para juri yang dalam pemikiran para juri dari Jerman dan Cina itu, Kota Surabaya tidak jauh berbeda dengan kota modern yang ada di dunia.

“Modern yang dalam arti sebenarnya transportasi massal yang masih modern dan vertical hosting,” ucapnya.

Namun, ia tidak menyerah sampai disitu. Ia kemudian menjelaskan perbedaan Kota Surabaya dengan kota modern lainnya di dunia, salah satu perbedaannya adalah dari sisi budaya, regulasi. Bahkan, para juri pun diajak melihat kampung-kampung di Surabaya beserta penanganan masalah perekonomian dan remaja.

“Setelah saya jelaskan dan diajak melihat kampung Jambangan, Gundih dan kampung produktif daerah Kebraon, di situ lah mereka baru tertarik,” urainya.

Makanya, Wali Kota Risma berharap prestasi semacam ini harus dipertahankan karena ini adalah kekayaan yang dimiliki Surabaya. Selain itu, ia juga berkomitmen untuk terus berusaha menjadikan Surabaya sebagai Kota Metropolitan yang tidak melupakan sejarah. (arf)


KABARPROGRESIF.COM : (Malang) Setelah menerima perintah dari Dandenpomal Kogasfib tentang selesainya Operasi Amphibi, maka seluruh prajurit Pomal segera membongkar tenda Posko Subdenpomal pasrat dan tenda prosesing rustapur, kemudian Denpomal diperintahkan untuk bergabung ke satgas darat. Karena keterbatasan kendaraan angkut, maka pergeseran pasukan yang disimulasikan oleh siswa Pusdikpomal Kodikdukum Kodiklatal tersebut bergerak menuju Posko Kogasgabrat dengan jalan kaki yang lebih dikenal dengan Lintas Medan (Limed).

Demikian skenario akhir Lattek Operasi Amphibi siswa Pusdikpomal Kodiklatal. Limed yang mengambil start balai desa Pringgodani Purboyo dan finis Lapangan Wonokerto Kecamatan Gondanglegi kabupaten Malang tersebut dilepas langsung Komandan Pusat Pendidikan Polisi Militer (Danpusdikpomal) Kodikdukum Kodiklatal Kolonel Laut (PM) Khoirul Fuad, S.H.
       
Dalam pelakasnaan Lintas Medan dengan jarak tempuh 25 Km ini, Komandan Pusdikpomal Kodiklatal Kolonel Laut (PM) Khoirul Fuad, S.H selain melepas juga memimpin langsung pelaksanan Lintas medan, dengan keberadaan pimpinan ditengah-tengah prajurit secara tidak langsung meningkatkan moril juang para peserta lintas medan sekaligus menjaga kebersamaan "berat sama dipikul ringan sama dijinjing".

Selesai di tempat finis yaitu Lapangan Wonokerto Kecamatan Gondanglegi dilanjutkan upacara penutupan menembak kwalifikasi (Bakwal) dan penutupan Lattek Operasi Amphibi (OA) dengan peserta 44 siswa yang terdiri 16 orang siswa Pendidikan Pembentukan Perwira (Diktukpa) angkatan 47, 11 orang Siswa Pendidikan  Pembentukan Bintara (Diktukba) angkatan ke 47 dan 17 orang siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Angkatan ke-37.

Komandan Pusdikpomal Kodikdukum Kodiklatal Kolonel Laut (PM) Khoirul Fuad, S.H. dalam sambutanya menyampaikan ucapan terimakasih kepada para pelaku dan pendukung atas terlaksanannya Lattek tersebut dengan mengaplikasikan semua teori dan praktek dilapangan. Menurutnya sebagai prajurit yang berjiwa militan, tidak ada kata bosan untuk berlatih dan berlatih sehingga para prajurit akan menjadi prajurit yang tangguh dan profesional sesuai profesi masing masing.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Lattek Operasi Amfibi siswa Pusdikpomal ini merupakan Lattek bagian akhir sebelum  dilaksanakan penutupan pendidikan yang diawali dengan Lattek pengawalan pergeseran pasukan dan pergeseran material hingga pengakhiran berupa lintas medan.

 “Alhamdulillah berkat kesungguhan dan keseriusan dari para siswa, serta bimbingan dari para instruktur dan pelatih,  lattek ini berjalan dengan lancar dan aman tanpa ada kerugian personil maupu material,” terang pamen melati tiga  dipundak tersebut. (arf)

Narkoba

Koperasi & UMKM

Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Translate

Hukum

Metropolis

Nasional

Pidato Bung Tomo


Hankam

Popular Posts

Blog Archive