Senin, 05 November 2018


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Untuk meningkatkan profesionalisme personel kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Pangkalan Utama TNI AL V (Kadiskes Lantamal V) Kolonel Laut (K) dr. Imam Hidayat, Sp. S. membuka Latihan Kesehatan (Latkes) Tingkat 3 Tahun Anggaran 2018 yang digelar di Ruang Rapat Diskes Lantamal V, DBAL, Ujung,  Surabaya,  Senin (5/11).

Latihan Kesehatan Tingkat 3 yang akan dilaksanakan mulai 5 s.d 13 November 2018 ini, mengusung tema "Penanganan Korban Penyelaman dan Prosedur Evakuasi".

Setelah membuka Latkes Tingkat 3, mantan Kepala Rumah Sakit Dr. Oepomo Lantamal V ini juga sekaligus memberikan arahan dan penekanan tentang pelaksanaan Latkes kepada selauruh peserta.

Menurutnya,  Latkes Tingkat 3 ini merupakan perwujudan dari salah satu program kerja Diskes Lantamal V TA. 2018 dan sebagai sarana meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dasar bantuan hidup dasar dan P3K bagi prajurit di lingkungan Mako Lantamal V dalam pelaksanaan tugas sehari-hari saat terjadi insiden kecelakaan kerja di laut.

Selama enam hari kedepan, kata Imam - sapaan akrabnya Kadiskes Lantamal V ini - para peserta Latkes akan mendapatkan materi baik yang berupa teori dan praktek dari para instruktur, sehingga akan banyak manfaat yang dapat diperoleh oleh seluruh peserta baik berupa ilmu pengetahuan/teori dan praktek.

Imam berharap semua ilmu yang nanti di peroleh dalam latihan ini dapat diaplikasikan dalam tugas, sehingga mampu menciptakan dan wujudkan zerro accident dikingkungan kerja.

Pra latihan kali ini diikuti 40 orang yang beradala dari satuan Diskes Koarmada II, Diskes Lantamal V, Rumkit oepomo, dan Yonkes II mar. (arf)


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Janji akan dapat mengurai kemacetan di jalan Ahmad Yani tepatnya di depan RSI pada akhir oktober lalu hanya sebuah ilusi.

Pasalnya hingga saat ini puluhan block rel yang rencananya akan dipasangan di antara rel sampai siang ini masih tersusun rapi di lokasi pengerjaan tanpa ada aktivitas pemasangan guna menambah kapasitas badan jalan.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati tak menampik bila pengerjaan tersebut molor dari perencanaan.

Ini lantaran pelebaran jalan di bottle neck itu masih belum dilakukan dengan alasan terbentur perizinan.

"Kita sebenarnya sudah dapat izin dari PT KAI. Kita dikasih izin untuk mengerjakan dua jam dalam sehari. Tapi ternyata butuh izin lagi. Yaitu dari PT KAI ke rekanan yang memasang block rel itu," kata Erna, Senin (5/11).

Menurut wanita lulusan ITS ini, hingga hari ini izin untuk pemasangan block rel untuk pelebaran jalan di perlintasan kereta api itu belum juga turun.

Ia mengaku sudah berupaya mencoba mengontak dan meminta izin segera dikeluarkan namun nyatanya hingga kini masih belum terealisasi.

Lebih lanjut dikatakan Erna jika izin sudah keluar, pengerjaan block rel ini akan cepat. Bahkan tidak lebih dari satu bulan. Dengan begitu masyarakat pengguna jalan akan lebih leluasa.

Lantaran akan ada pemanfaatan penambahan tiga lajur kendaraan di bottle neck. Selain itu peralatan pelengkap untuk mengurai bottle neck ini juga sudah disiapkan oleh Pemkot.

Seperti penambahan lepas palang pintu kereta api, penggeseran pos pintu kereta api, dan juga pengasapalan di sekitar pelebaran jalan. Yang belum hanya pemasangan block rel di lintasan kereta api.

Saat ini lintasan kereta api yang akan dipasangi block rel sudah ditutup dengan barier. Pemasangan itu juga untuk penanda bahwa proyek akan segera dimulai.

"Kita berharap izinnya segera keluar. Kayaknya emang harus dapat izin supaya sesuaikan waktu pengerjaan dan juga jadwal kereta api melintas," katanya.

Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Vinsensius Awey menyayangkan adanya proyek molor lagi ini. Padahal pada bulan Agustus lalu Pemkot sudah menjanjikan Oktober selesai. Namun nyatanya hingga masuk bulan November jalan masih menyempit dan belum terurai.

"Saya rasa itu hanya masalah komunikasi. Apa susahnya sih antar lembaga pemebrintah berkomunikasi, PT KAI kan juga punya pemerintah, harusnya urusan semacam ini tidak sulitlah. Ini menunjukkan adanya komunikasi yang kurang baik antar keduanya," kata politisi Partai Nasdem ini. (arf)


KABARPROGRESIF.COM : (Banyuwangi) Prajurit Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi, Lantamal V, menyambut kedatangan KRI Surabaya 591 yang membawa Siswa Kodiklatal dalam kegiatan Latihan Wira Jala Yudha VIII /2018 di dermaga Tanjungwangi, Banyuwangi, Senin (5/11).

Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Suhartaya, M.Tr. Hanla beserta jajaran Forpimda Banyuwangi turut hadir. Tari Gandrung yang merupakaan tarian khas Banyuwangi dimainkan dalam upacara penyambutan tersebut.

Dalam kegiatan Wira Jala Yudha Vlll / 2018 yang di ikuti 500 siswa Kodiklatal ini,  selama tiga hari kedepan akan menggelar berbagai kegiatan meluputi penanaman pohon di daerah pesisir pantai Cemara Banyuwangi, donor darah, olahraga bersama dengan instansi samping TNI Polri dan stakeholder Maritim serta malam prajurit yang akan melibatkan  unsur masyarakat di wilayah Banyuwangi.

Menurut Danlanal Banyuwangi, suatu kehormatan bagi Lanal Banyuwangi dan seluruh masyarakat Banyuwangi dijadikan tempat  dalam kegiatan latihan Wira Jala Yudha tahun 2018.

Kehadiran unsur KRI di Banyuwangi akan dimanfaatkan untuk lebih mengenalkan TNI AL dan dunia kemaritiman kepada generasi muda, terutama pelajar,  mereka dipersilahkan untuk berkunjung ke kapal perang. (arf)


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) memperbarui nota kesepahaman untuk menguatkan agenda pemberantasan korupsi di kedua negara.

Ketua KPK Agus Rahardjo memaparkan, ada sejumlah kerja sama yang diperkuat bersama MACC.

"Antara lain kita seperti lalu, selalu capacitive building, itu menjadi program. Kemudian yang tidak kalah pentingmya yang akan membantu kita di dalam tugas kita berdua, kita juga akan melakukan joint investigation," kata Agus dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (5/11/2018).

Menurut Agus, joint investigation tersebut akan memudahkan kedua pihak dalam menangani kasus-kasus korupsi.

Selain itu, kata Agus, KPK sedang mengembangkan Anti-Corruption Learning Center sebagai wadah edukasi para pegiat antikorupsi, baik bagi internal pegawai KPK, aparat lembaga pemerintahan lain hingga masyarakat sipil.

Agus mengakui bahwa pengembangan Anti-Corruption Learning Center tersebut masih baru, sementara MACC sudah membangun lembaga edukasi itu sejak lama.

Lembaga pelatihan itu bernama Malaysia Anti-Corruption Academy (MACA).

"Malaysia juga akan belajar dan pendalaman juga mengenai dengan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara). LHKPN itu ternyata Malaysia baru akan mulai," kata Agus.

Selain itu, MACC juga akan mempelajari penanganan gratifikasi yang dilakukan KPK.

"Jadi nanti akan kita kerja sama, mereka belajar sama kita, dan kita akan memberikan informasi kepada mereka," kata Agus.

Sementara itu, Chief Commissioner MACC Sri Mohd Shukri menjelaskan, kerja sama lembaganya dengan KPK sudah terjalin erat sejak lama.

Menurut Shukri, kedatangannya kali ini untuk memperbarui nota kesepahaman yang telah dijalin sejak 2013 lalu.

"Sekarang sudah expired. So, kita akan sambung pada hari ini untuk tempo 5 tahun lagi. Sebenarnya kerja sama antara MACC dan KPK sejak dulu sampai sekarang memang kami sangat rapat dengan Indonesia," kata dia.

Shukri memastikan pihaknya akan membantu KPK mengembangkan Anti-Corruption Learning Center tersebut.

Di sisi lain, Shukri juga memuji kebijakan LHKPN yang dikembangkan KPK. Ia ingin kebijakan itu bisa dikembangkan di Malaysia.

"Kami juga ingin belajar dari segi policy KPK. Kami senantiasa bertukar amalan terbaik, antara kedua agensi, MACC coba belajar, begitu pun sebaliknya. Alhamdulilah kita mempunyai banyak persamaan, KPK dan Malaysia," paparnya.

"Dengan adanya (kerja sama) ini, kita lebih mudah koordinasi, tambah cantik kita punya hubungan," lanjutnya. (rio)


KABARPROGRESIF.COM : (Banyuwangi) Setelah sebelumnya melaksanakan berbagai kegiatan di Kupang, Satgas Latihan Praktek (Lattek) Layar Gabungan siswa Kodiklatal Wira Jala Yudha VIII/2018 yang dipimpin langsung Kolonel Laut (P) Tunggul selaku Direktur Latihan (Dirlat) dan Letkol Laut (P) Hasto Sarwono, S.E., M.Tr. (Hanla) selaku Perwira Pelaksana Latihan (Palaklat)  tiba di Dermaga Umum Tanjung Wangi Banyuwangi.

Kedatangan peserta Lattek Layar Gabungan Wira Jala Yudha VIII/2018 dengan KRI Surabaya-591 tersebut disambut langsung Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Suhartaya, M.Tr. (Hanla) yang ditandai dengan tarian gandrung Banyuwangi serta pengalungan selendang Kepada Dirlat, Palaklat, Komandan KRI Surabaya-591 serta perwakilan siswa.

Kegiatan Latek Pelayaran Gabungan Wira Jala Yudha VIII/2018 ini membawa 808 siswa dengan rute pelayaran Surabaya-Situbondo-Kupang- Banyuwangi-Surabaya menggunakan KRI Surabaya-591 dengan komandan Letkol Laut (P) Heru Syamsul Hidayat, S.Si.

Lattek Layar Gabungan Wira Jala Yudha VIII/2018 diikuti 370 siswa Pendikan Pertama Perwira (Dikmapa) Angkatan XXV dan siswa Pendidikan Pertama Tamtama Angkatan XXXVIII/1 TA.2018 yang tengah mengikuti pendidikan di Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal).

Rencana pelaksanaan kegiatanLattek Pelayaran Gabungan Wira Jala Yudha VIII/2018 selama di Banyuwi  yakni  Courtesy Call (CC) pejabat setempat,  promosi dan kunjungan ke sekolah-sekolah,  Donor Darah, kunjungan ke galangan kapal Lundin dan acara malam Prajurit.

Tampak hadir dalam acara penyambutan tersebut Dansatgas Trimaran PT.Lundin Kolonel Laut (T) Slamet,  Danramil Kalipuro, Kapolsek Kalipuro, Kasatpol Airud, Wakapolsek KP3, GM Pelindo serta perwakilan dari Pemda Banyuwangi. (arf)


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Surabaya, Vinsensius Awey mengkritisi proyek pembangunan maupun perbaikan saluran air yang seringkali dilakukan menjelang akhir tahun.

Padahal, menurutnya akhir tahun ini diperkirakan sudah memasuki musim hujan. Akibatnya, pengerjaan proyek akan kewalahan apabila dilakukan di saat musim hujan.

“Setiap tahun seperti itu, menjelang semester empat banyak pembangunan saluran air,” terangnya

Awey mengaku, proyek yang dikerjakan di akhir tahun kebanyakan berkaitan dengan saluran tersier yang ada di kawasan pemukiman. Pasalnya, tak memungkinkan waktunya jika mengerjakan saluran primer maupun sekunder.

“Kalau (Saluran Primer-sekunder) masuk pelelangan agak berat, banyak kontraktor yang gak berani,” katanya

Menurutnya, Pengerjaan saluran primer-sekunder biasanya dilakukan pada semester satu hingga dua di bulan  April-Mei. Kenapa banyak pengerjaan saluran tersier di akhir tahun ? Awey mengungkapkan, bahwa di akhir tahun, pengerjaan saluran tersier bisa dilakukan dengan cara penunjukkan langsung (PL), karena nilainya tak lebih dari Rp. 200 juta. Namun persoalannya, banyak pekerjaan yang dikerjakan dengan cara seperti itu yang justru menimbulkan masalah baru.

“Banyak saluran tersier yang tak terkoneksi dengan saluran lainnya. Dengan nilai Rp. 200 juta pengerjaannya mungkin hanya beberapa meter saja,” paparnya

Namun keuntungannya, jika pengerjaan proyek dengan cara penunjukkan langsung tak tuntas bisa diteruskan di tahun berikutnya.

Politisi Partai Nasdem ini mengatakan, dana APBD yang dikelola Dinas PU Bina Marga dan Pematusan lebih dari Rp. 1 Triliun, dari jumlah itu sekitar Rp. 400 juta diperuntukkan penanggulangan banjir.

“Setiap tahun kisarannya sebesar itu, kalau melebihi kemungkinan khawatir tak terserap,” katanya

Untuk mengantisipasi banjir, Awey meminta Dinas PUBMP memprioritaskan penanganan banjir pada daerah yang rawan. Bila perlu, alokasi dana banjir difokukan pada pembebasan banjir di daerah tersebut. Jadi, pemanfaatannya tak perlu disamaratakan.

“Mungkin ada daerah tertentu terjadi genangan, tapi kalau tak berpotensi banjir. Jadi penanganan difokuskan ke daerah yang banjir,” jelasnya

Upaya lain yang harus dilakukan DPUBMP adalah dengan memperhatikan kondisi pompa. DPUBMP perlu melakukan revitalisasi atau pemeliharaan pompa sebelum musim hujan

“Khawatirnya setelah memasuki musim hujan, banyak pompa yang rusak,” tegas Awey

Kemudian, melakukan normalisasi saluran. Sedimentasi di saluran air seringkali menjadi penyebab terjadinya banjir. Untuk itu, Anggota Komisi C ini mengharapkan, DPUBMP intens melakukan pengerukan saluran. Antisipasi banjir lainnya menurut Awey yakni dengan memperbanyak bosem.

“Keberadaan bosem mini di daerah rawan banjir diperlukan guna menahan gratifitasi air,” pungkasnya. (arf)


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Dinas Kesehatan Kota Surabaya intensif melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk di seluruh kecamatan hingga kelurahan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rahmanita, Minggu (4/11/2018) menyampaikan, gerakan pemberantsan sarang nyamuk merupakan salah satu upaya dalam pencegahan terjangkitnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)

“Beberapa waktu lalu sudah dilakukan gebyar pemberantasan Sarang Nyamuk,” terangnya

Febria mengatakan, gerakan pemberantasan sarang nyamuk gencar dilakukan, karena pada bulan November ini diperkirakan sudah memasuki curah hujan. Untuk mengantisipasi timbulnya penyakit DBD, Dinas kesehatan bersama Organnisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, yakni kecamatan dan kelurahan tiap minggu melakukan gerakan PSN.

“Sudah menjadi kebiasaan di seluruh kawasan kota melakukan gerakan itu,” paparnya

Tak hanya itu, setiap minggu bersama 22 ribu kader pemantau, Dinas kesehatan rutin melakukan pemantauan jentik di sekitar lingkungan masing-masing.

“Kalau kita gak melakukan PSN tiap minggu, jika ada genangan dalam waktu 10 hari jentik-jentik bisa menjadi nyamuk,” ujar Febria

Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat agar rajin membersihkan lingkungan sekitarnya, terutama jika ada genangan air. Ia menyampaikan, berdasarkan data Dinas Kesehatan jumlah penderita DBD hingga Nopember ini sebanyak 311. Jumlah tersebut lebih rendah dari tahun sebelumnya.

“Tahun 2017 sebanyak 325. Turunnya sedikit, tapi khawatirnya Nopember dan Desember ini naik lagi,” tuturnya

Dari 31 Kecamatan, kawasan yang jumlah penderita DBD cukup banyak, yakni Swasahan, Wonokromo dan Tandes. Ia memperkirakan, penyebab tingginya penderita DBD di daerah tersebut, selain kawasan padat, juga banhyak pendatang musiman.

“Alhamdulillah, sekarang masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungannya. Mereka melakukan PSN, tidak langsung minta fogging, karena kalau fogging hanya nyamuk besar saja yang mati, jentiknya tidak,” katanya

Kadinkes berharap, dengan gebyar PSN diseluruh kawasan kota bisa menekan angka penderita DBD. Di daerah endemi wabah DBD, Dinas Kesehatan bersama OPD terkait melakukan fogging, sedangkan daerah yang tak terjangkit intensif dilakukan PSn guna mencegah penularan.(arf)


KABARPROGRESIF.COM : (Malang) Sebanyak ribuan penggemar trail adventure beramai-ramai mendatangi Balai  Kota Among Tani, Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu. Minggu, 4 Nopember 2018.

Bukan tanpa maksud dan tujuan, kedatangan para penggemar trail tersebut, bertujuan untuk ikut serta memeriahkan HUT TNI ke-73, HUT ke 17 Kota Batu dan HUT Brimob ke-73.

Komandan Korem (Danrem) 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo menuturkan, acara yang diprakarsai oleh Pemkot Batu ini, merupakan suatu simbol sinergitas Forkopimda di wilayah tugasnya.

“Acara ini, sungguh luar biasa. Kami ucapkan terima kasih banyak kepada para penggemar trail yang ikut serta meramaikan HUT TNI, HUT Kota Batu  dan Korps Brimob di Kota Apel ini,” ujar Danrem.

Senada, Walikota Batu, Dewanti Rumpoko menambahkan, kegiatan yang berlangsung di halaman Balai Kota Pemkot tersebut, sudah berlangsung ketiga kalinya.

Tidak hanya itu, dirinya juga sangat mengapresiasi antusias para penggemar trail dari berbagai wilayah di Jawa Timur, yang saat ini rela berkumpul di Kota berjuluk Kota Apel tersebut. “Saya berharap, di tahun berikutnya kegiatan ini bisa lebih meriah lagi,” pinta Dewanti. (andre)


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Polrestabes Surabaya berhasil membongkar jaringan sindikat penipuan transportasi online dengan menggunakan manipulasi data dan menangkap empat tersangka pada kasus ini.

Mereka adalah Fransisco Santoso Wibowo, 28, warga Jalan Gayungsari, Surabaya, Deka Ady Setiawan, 25, warga Jalan Siwalankerto Timur, Surabaya; Adi Prasetyo, 26, warga Jalan Pucang Adi, Surabaya; Antonius Kurniawan, 34, warga Jalan Karang Asem, Surabaya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengatakan, aktifitas penipuan tarnsportasi online itu sudah dilakukan para pelaku selama satu tahun terakhir.

"Mereka memiliki peran yang berbeda beda,"kata Sudamiran di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (3/1)

Aksi para pelaku ini, masih kata Sudamiran, dilakukan untuk mengakali orderan yang seolah-olah dari konsumen langsung.  Nah saat melakukan aksinya para pelaku ini telah membentuk grub.

Setelah membentuk grup, tersangka Fransisco lalu memasang aplikasi Mock Location pada ketiga ponsel miliknya. Dibantu dengan ponsel milik tiga tersangka lain, Fransisco mengoperasikan modus order fiktif melalui 8 ponsel.

"Mereka meraup bonus dari orderan fiktif itu sebesar Rp 250 ribu per hari. Jumlah itu hanya bonus yang didapat dari tiap orderan fiktif yang dijalankan keempat tersangka,"sambung Sudamiran.

Sudamiran mengatakan, saat ini pihak pelayanan ojek online masih menghitung kerugian yang terjadi. Penghitungannya mulai sejak setahun Fransisco secara resmi bergabung dengan penyedia layanan transportasi online itu.

"Dari penyidikan diketahui, bahwa mereka belajar dari Google dan Youtube. Mereka pakai aplikasi Mock Location. Jadi seolah-olah yang pesan ada di situ. Padahal nggak," kata Sudamiran.

Akibat perbuatan itu, keempat pelaku dikenakan Pasal 51 UU No 19 Tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (Komang)


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Terhitung hingga aaat ini sudah sepekan berlalu peristiwa kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang mengakibatkan ratusan korban jiwa meninggal dunia salah satu korban Jannatun Cintya Dewi (24) warga Dusun Prumpon RT 1 RW 1, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

Jannatun Cintya Dewi (alm) yang semasa hidupnya akrap didapa Cintya merupakan staf terbaik di Ditjen Migas Kementerian ESDM tersebut menjadi korban penumpang jatuhnya Pesawat Lion Air Jt 610 di sekitar perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Keluarga korban mendapatkan santunan sebesar Rp 50 juta yang akan diberikan ke keluarga korban.

"Uang santunan untuk almarhumah Jannatun kami serahkab kepada orang tua korban," terang, Yudi Prastowo, Kepala Bagian Pelayanan PT Jasa Raharja Jawa Timur, sabtu (3/11).

Yudi Prastowo menambahkan, kedatangannya ke rumah duka Jannatun merupakan intruksi dari kantor pusat.

"Sekaligus untuk menyampaikan rasa bela sungkawa kepada keluarga korban," imbuhnya.

Kata Yudi, dari jumlah manifest Pesawat Lion Air Jt 610, ada 4 warga Jawa Timur yang diduga turut menjadi korban kecelakaan. Mereka beralamat di Surabaya, Madiun dan Sidoarjo.

"Sidoarjo ada 2 korban, salah satunya almarhumah Jannatun ini. Untuk korban di Surabaya ada 1 korban dan 1 dari Madiun, korbannya diketahui seorang pramugari," urai Yudi.

Namun, belum semua korban jiwa yang ditemukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri sudah bisa teridentifikasi dengan jelas. Untuk sementara, pihak Jasa Raharja belum bisa memberikan santunan kepada korban jiwa yang disebut mendapatkan uang santunan sebesar Rp 50 juta.

"Jasa Raharja Jawa Timur baru pertama kali memberikan santunan yakni kepada saudari almarhumah Jannatun. Karena jasad sudah dapat teridentifikasi," tambahnya.

Sementara itu bagi korban jiwa yang sampai saat ini belum bisa teridentifikasi dengan jelas, menurut Yudi, keputusan kepastian pemberian uang santunan berada dari kantor pusat PT. Jasa Raharja

"Bagi korban jiwa yang namanya terdaftar di manifest penumpang kecelakaan pesawat, untuk sementara masih menunggu keputusan dari kantor pusat.

Jannatun Cintya Dewi merupakan salah satu staff terbaik di Ditjen Migas Kementerian ESDM sebagai analis Kegiatan Usaha Hilir Migas Golongan IIIA, Penata Muda.

Meski dengan rasa duka yang mendalam, orang tua korban Bambang Supriyadi (48) usai menerima uang santunan, mengaku pihaknya menyebut ini merupakan bentuk tanggap dan kerja nyata pemerintah dalam mengurusi asuransi anaknya.

"Karena ini merupakan hak dari anakku yang diberikan oleh pemerintah sebagai bentuk asuransi jiwa. Alhamdulillah pemerintah sudah cepat dan tanggap," tutur Bambang.

Hadir dalam penyerahan santunan itu, kabag, staf Jasa Raharja, tampak juga Ketua DPRD Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan yang asli Sukodono asal Kloposepuluh, dan para keluarga almarhumah Jannatun. (arf)

Korupsi PD Pasar jilid II 


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Sebelum menyandang gelar terdakwa diperkara korupsi kredit macet di Bank BRI Cabang Mulyosari Surabaya, Mantan Plt Dirut PD Pasar Surabaya, Bambang Parikesit ini telah berstatus residivis.

Bambang terlibat dalam skandal  korupsi proyek fiktif revitalisasi bangunan pasar di Surabaya yang merugikan negara sebesar Rp 14,8 miliar pada 2016 lalu.

Saat peristiwa korupsi ini terjadi, Bambang Parikesit merangkap dua jabatan. Ia juga menjadi Direktur Admnistrasi Keuangan di PD Pasar Surya.

Rangkap dua jabatan nampaknya membuat  Bambang Parikesit gelap mata. Ia mulai berulah dan ulahnya ini akhirnya mengantarnya ke penjara. Bambang Parikesit dinyatakan korupsi oleh Pengadilan Tipikor Surabaya. Dia divonis 3 tahun dan 6 bulan penjara.

"Itulah jilid pertama kasus korupsi di PD Pasar Surya,"kata Kasi Pidsus Kejari Surabaya Heru Kamarullah, Sabtu (3/11).

Nampaknya, vonis kasus korupsi jilid ke 1 ini akan menjadi pertimbangan yang memberatkan bagi perkara korupsi Bambang Parikesit dijilid Ke 2. Surat tuntutan jaksa pada kasus korupsi ini sedianya akan dibacakan oleh Kejari Surabaya pada Senin (5/11) mendatang.

"Jelasnya akan menjadi salah satu pertimbangan yang memberatkan,"ujar Heru.

Untuk diketahui, Kasus korupsi Jilid 2 ini terjadi saat Bambang Parikesit mengajukan pinjaman ke BRI Cabang Mulyosari untuk dana operasional PD Pasar Surya sebesar Rp 13,4 miliar dengan menggunakan bendera Koperasi Karyawan PD Pasar Surya.

Tapi setelah pinjaman itu cair, Bambang Justru menggunakannya untuk kepentingan lain, hingga menyebabkan kredit macet.

Selain Bambang Parikesit, Korupsi jilid ke 2 ini juga menyeret tiga pejabat Koperasi PT Pasar Surya sebagai pesakitan. Mereka adalah Suheri, Ali dan  Azhar.

Tak hanya itu, Kacab Bank BRI Mulyosari Filipus juga terlibat pada skandal korupsi jilid  ke 2 ini. Filipus diduga telah lalai melakukan verifikasi pencairan atas permohonan pinjaman yang seharusnya memerlukan persetujuan dari Wali Kota Surabaya. (Komang)


KABARPROGRESIF.COM : (Surabaya) Sorotan Riswanto, anggota Komisi C DPRD Surabaya terkait pengerjaan gorong-gorong di Ngagel mendapat tanggapan dari Dinas PU Bina Marga dan Pematusan.

Dinas PU Bina Marga tak mau disalahkan atas pengerjaan proyek yang berdampak pada pengalihan arus lalu lintaa.

Pasalnya proyek tersebut dikebut untuk mengantisipasi terjadinya banjir pada musim hujan yang sebentar lagi akan tiba.

Bahkan tak hanya di Ngagel saja namun Pemkot Surabaya juga lagi menggarap pengerjaan proyek saluran air disejumlah titik, hal ini sekaligus mengaktifkan fungsi pompa air.

Proyek penormalan fungsi pompa air yang kini tengah digarap, yakni salah satunya pompa air dijalan Flores.

“Dipintu air saluran Flores sedang dikerjakan pemasangan crossing pipa yang fungsinya memperlancar aliran air ke sungai Ngagel,” ungkap Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, Erna Purnawati, Sabtu (3/11).

Menurut dia, crossing pipa pompa air itu di pasang disepanjang jalan perkampungan warga Bagong Ginayan hingga melintasi jalan Ngagel Surabaya.

Sebelumnya, lanjut Erna, pihak kontraktor pelaksana mengaku kesulitan untuk mengerjakan proyek crossing senilai Rp. 2 milliar tersebut, lantaran warga sempat menolak jika jalan perkampungannya dijadikan perlintasan pipa crossing.

"Crossing itu adalah untuk outletnya pompa Flores. Jadi kita (Pemkot,red) itu punya pompa Flores kira-kira sudah 4 tahun, tapi warga tidak membolehkan untuk dilewati pipa. Sekarang sudah berjalan dan kita juga berterima kasih kepada warga,” jelasnya.

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, pengerjaan proyek saluran ini sempat mendapat sorotan Komisi C DPRD kota Surabaya yang melakukan inspeksi mendadak di lokasi.

Riswanto anggota Komisi C mewakili para pengguna jalan, menyayangkan langkah Pemkot Surabaya atas penutupan jalan raya Ngagel akibat aktivitas proyek tersebut, tanpa ada sosialisasi dan pemberitahuan lewat media massa. (arf)

Narkoba

Koperasi & UMKM

Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Translate

Hukum

Metropolis

Nasional

Pidato Bung Tomo


Hankam

Popular Posts

Blog Archive