Rabu, 07 Juni 2023


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Kasus mafia perizinan di Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Pemkot Surabaya dengan terdakwa Herry Luther Pattay kembali disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Dalam sidang kali ini yang digelar di ruang sidang Sari beragendakan pemeriksaan terdakwa.

Terlihat terdakwa Herry Luther Pattay tak banyak mengelak saat dicecar jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Surabaya maupun majelis hakim yang menyidangkan perkaranya.

Eks ASN Pemkot Surabaya ini hanya sesekali meluruskan pertanyaan JPU maupun majelis hakim yang dianggap kurang sempurna.

Ia juga mengaku bila tujuan dari perbuatannya tersebut hanya ingin membantu para pelaku usaha yang kesulitan ketika mengurus ijin baru maupun perpanjangan SIUP MB (minuman beralkohol).

"Saya membantu karena kasihan. Karena saat itu tahun 2021 adanya peralihan dari SSW ke OSS. Tahun 2022 perijinan ternyata tidak bisa dicetak," jelas terdakwa Herry Luher Pattay, Selasa (6/6).

Tak hanya itu, terdakwa Herry Luther Pattay juga mengakui telah menerima sejumlah imbalan dari pelaku usaha maupun biro jasa kendati SIUP MB yang dikeluarkannya itu palsu.

Imbalan tersebut nilainya bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

"Kalau Coloni saya tidak meminta. Dikasih sandy (biro jasa) ketemu di soto diajak makan. Saya tidak mau hanya bantu aja. Kalau gak salah Rp1 juta sampai Rp1,5 juta. Hotel Ibis Rp500 ribu. ada yang Rp7,5 juta, Rp10 juta, Rp15, daily bross Rp13,5 juta, Sultan Rp10 juta sampai Rp12 juta, Butterfly Rp7 juta sampai Rp7,5 juta," pungkasnya.

Seperti diberitakan tim penyidik Pidsus Kejari menetapkan HLP, eks ASN Dinas Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Surabaya berinisial HLP sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan pengurusan perijinan minuman beralkohol (Minhol).


Penetapan HLP ini sesuai dengan Surat Perintah Penetapan Tersangka Nomor : KEP-15/M.5.10/Fd.1/12/2022 tanggal 15 Desember 2022.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Tim penyidik Pidsus Kejari Surabaya kemudian melakukan penahanan HLP selama 20 hari di Rutan Kelas 1 Surabaya Cabang Kejati Jatim.

Penahanan HLP ini sesuai dengan Surat Perintah Penahanan Nomor : PRINT-09/M.5.10/Fd.1/12/2022 tanggal 15 Desember 2022.

Kasus yang melilit HLP ini bermula adanya pengaduan masyarakat yang merasa dirugikan oleh oknum Diskopdag Kota Surabaya tersebut.

HLP ini yang menawarkan jasa penerbitan Surat Ijin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP MB) dan meminta sejumlah uang kepada pelaku usaha.


Selasa, 06 Juni 2023


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendampingi Ketua Umum PSSI Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) untuk pertandingan FIFA Matchday Indonesia vs Palestina. 

Pertandingan bergengsi ini akan digelar di Stadion GBT pada 14 Juni 2023 mendatang. 

Usai melakukan tinjauan, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, FIFA Matchday Indonesia vs Palestina di Stadion GBT bukan sembarang pertandingan dan bukan hanya sekadar mencari point. 

“Insyaallah ini adalah pertandingan yang sakral, tidak hanya penting bagi timnas Indonesia untuk meraih point. Karena kita juga akan menyumbangkan 10 persen hasil dari penjualan tiket di GBT untuk perjuangan rakyat Palestina,” kaya Erick. 

Erick melanjutkan, sumbangan hasil dari penjualan tiket tersebut diberikan kepada rakyat Palestina karena sejak dahulu Indonesia percaya kemerdekaan adalah hak dari semua bangsa. 

“Ini (pertandingan) bukan FIFA Matchday yang terakhir digelar di Surabaya. Sesuai kesepakatan kita akan membawa lagi beberapa pertandingan tim nasional di Surabaya. Saya berharap dukungan penuh dari Pemerintah Kota (Pemkot) khususnya Pak Wali (Eri Cahyadi) untuk terus menjaga stadion ini sesuai standar yang sesuai dengan ketentuan FIFA,” lanjut Erick. 

Ia juga berpesan kepada para suporter Timnas Indonesia, khususnya di Surabaya untuk senantiasa menjaga keamanan dan kenyaman serta menjadi tuan rumah yang baik selama pertandingan digelar. 

“Karena FIFA hingga saat ini masih dalam masa pantauan, artinya jangan terlalu euforia seakan-akan kita terbebas,” pesannya.

Di samping itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turut mendukung Ketum PSSI Erick Thohir menyumbangkan 10 persen hasil penjualan tiket FIFA Matchday Indonesia vs Palestina untuk kemerdekaan rakyat Palestina. 

Menurut Wali Kota Eri, FIFA Matchday Indonesia vs Palestina di Kota Surabaya bukan sekadar pertandingan persahabatan antar dua negara. 

Akan tetapi, pertandingan ini bagian dari bentuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. 

“Ini pembuktian, bahwa Surabaya akan selalu mendukung kemerdekaan rakyat Palestina seperti yang dikatakan oleh Bapak Ketum PSSI (Erick Thohir) tadi. Saya berharap kepada warga Indonesia khususnya di Kota Surabaya yang akan hadir di GBT untuk datang menyatukan perjuangan Indonesia untuk rakyat Palestina,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi. 

Sementara itu Exco PSSI Arya Sinulingga membeberkan harga tiket FIFA Matchday Indonesia vs Palestina seharga Rp 100 ribu untuk kelas ekonomi dan Rp 250 ribu untuk VIP. 

Tiket pertandingan tersebut sudah bisa dipesan melalui situs website atau aplikasi Tiket.com pada 7 Juni 2023 pukul 10.00 WIB. 

“Bisa juga dipesan melalui website PSSI.org. Seperti yang diungkapkan Pak Ketum PSSI tadi, bahwa 10 persen hasil dari penjualan tiket itu nanti akan disumbangkan untuk perjuangan rakyat Palestina. Sedangkan kuotanya ada 40.000 tiket,” tandas Arya.



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, memuji kesiapan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) untuk gelaran FIFA Matchday Indonesia Vs Palestina. 

Hal tersebut disampaikan Erick saat meninjau langsung Stadion GBT pada Selasa (6/6).

Menurut dia, GBT merupakan salah satu stadion terbaik di Indonesia yang telah memenuhi standar FIFA. 

Karenanya, Stadion GBT dipercaya menjadi venue pertandingan Tim Nasional (Timnas) Indonesia Vs Palestina yang akan digelar pada 14 Juni 2023. 

"Ini sudah standar FIFA. Jadi ini (Stadion GBT) benar-benar salah satu lapangan yang terbaik di Indonesia, tentu dengan standar internasional,” kata Erick Thohir.

Oleh sebabnya, Erick juga mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam mempersiapkan seluruh fasilitas yang ada di Stadion GBT. 

Mulai dari ruang VVIP, tribun penonton, ruang ganti ofisial, ruang pers, hingga ke bagian lapangan utama Stadion GBT.

“Karena itu kami juga mengapresiasi persiapan dari Kota Surabaya pada saat itu. Maka kami memberikan kepercayaan untuk salah satu pertandingan FIFA Matchday di bulan Juni ini," ujar dia.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut baik dan siap mendukung penuh gelaran FIFA Matchday Indonesia Vs Palestina di Stadion GBT. 

"Kota Surabaya dipercaya kembali untuk menjalankan FIFA Matchday Indonesia melawan Palestina. Ini adalah pembuktian bahwa Surabaya akan selalu mendukung kemerdekaan Palestina seperti yang disampaikan Pak Ketum PSSI,” kata Wali Kota Eri.

Maka dari itu, Wali Kota Eri juga mengajak seluruh masyarakat Surabaya untuk bisa hadir dan memberikan dukungan langsung dalam pertandingan FIFA Matchday Indonesia vs Palestina di Stadion GBT.

"Saya berharap untuk seluruh warga Kota Surabaya, khususnya warga Indonesia, kita hadir di GBT untuk menyatukan Indonesia dan Palestina. Serta selalu berjuang bersama-sama untuk Palestina,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Wiwiek Widayati juga memastikan akan memaksimalkan kapasitas Stadion GBT dalam gelaran FIFA Matchday Indonesia Vs Palestina.

"Kita coba maksimalkan kapasitasnya GBT. Kapasitas GBT sekitar 45 ribu lebih. Mudah-mudahan optimal kapasitas itu," kata Wiwiek.

Bahkan, Wiwiek juga menyatakan, seluruh fasilitas dan sarana prasarana yang ada di Stadion GBT saat ini sudah dalam kondisi optimal. 

Kondisi tersebut terjadi pasca dilakukan renovasi stadion sejak beberapa bulan yang lalu.

"Kesiapannya juga sudah luar biasa kemarin. Mudah-mudahan sarana prasarana infrastruktur yang sudah diperbaiki, sudah ditingkatkan kualitasnya, itu bisa memenuhi harapan semua pihak," pungkasnya.


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendampingi kunjungan Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Kota Surabaya, Selasa (6/6). 

Pada kunjungannya kali ini, Ketum PSSI Erick Thohir kembali melakukan peninjauan terhadap seluruh fasilitas Stadion GBT Surabaya menjelang pertandingan FIFA Matchday antara Tim Nasional (Timnas) Indonesia melawan Timnas Palestina, pada 14 Juni 2023 mendatang. 

Ketum PSSI Erick Thohir menyampaikan bahwa Stadion GBT Surabaya merupakan salah satu stadion terbaik di Indonesia yang telah memenuhi standar FIFA. 

Karenanya, Stadion GBT Surabaya dipercaya menjadi venue pertandingan FIFA Matchday antara Timnas Indonesia melawan Timnas Palestina. 

“Pada saat itu sudah standar FIFA tapi masih dalam renovasi dan hari ini kita cek ulang, Alhamdulillah sudah selesai semua.  Artinya ini sudah standar FIFA, jadi ini benar-benar salah satu lapangan yang terbaik di Indonesia, tentu dengan standar internasional,” kata Erick.

Oleh sebab itu, ia mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam mempersiapkan seluruh fasilitas yang ada di Stadion GBT Surabaya. 

Mulai dari ruang VVIP, tribun penonton, kesiapan ruang ganti ofisial, ruang pers, hingga ke bagian lapangan utama Stadion GBT. 

“Karena itu kami juga mengapresiasi persiapan dari Kota Surabaya pada saat itu, maka kami memberikan kepercayaan untuk salah satu pertandingan FIFA Matchday di bulan Juni ini, yaitu tanggal 14 Juni (pertandingan) antara Tim Nasional  Indonesia melawan Tim Nasional Palestina. Para pemain Palestina akan tiba di Surabaya pada 10 atau 11 Juni untuk menjalani sesi latihan. Sementara Timnas Indonesia juga berlatih di GBT dan akan kembali ke Jakarta pada 15-16 Juni untuk mempersiapkan diri melawan Argentina di Gelora Bung Karno, Jakarta,” ungkapnya. 

Erick menjelaskan, pertandingan kali ini sangat penting bagi Timnas Indonesia dalam meraih poin. 

Selain itu, pertandingan antara Skuad Garuda melawan Timnas Palestina merupakan salah satu pertandingan persahabatan antara dua negara. 

Sebab, laga ini menjadi salah satu bentuk sikap Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina.

“Karena itu, saya dan para Exco, serta Pak Wali (Eri Cahyadi) memutuskan 10 persen hasil penjualan tiket akan kita sumbangkan untuk perjuangan rakyat Palestina dan memang Indonesia sendiri sejak dulu berkomitmen bahwa kemerdekaan adalah hak bagi seluruh bangsa,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pertandingan FIFA Matchday bukanlah pertandingan pertama dan terakhir bagi Timnas Indonesia berlaga di Kota Surabaya. 

Erick berjanji bahwa akan memboyong Timnas Indonesia kembali berlaga di Kota Pahlawan. 

Karenanya, ia meminta dukungan penuh dari Wali Kota Eri Cahyadi dan jajaran Pemkot Surabaya untuk terus menjaga Stadion GBT Surabaya.

“Tadi saya janjikan bahwa sesuai dengan kesepakatan waktu itu, kita akan membawa lagi beberapa pertandingan Timnas di Surabaya. Saya berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dan Pak Wali untuk terus menjaga stadion ini sesuai dengan standar yang sudah diberlakukan FIFA. Serta juga saya ingatkan para suporter untuk benar-benar bisa menjaga keamanan karena menjadi tuan rumah,” tegasnya. 

Karenanya, Erick mengingatkan kembali, hingga saat ini FIFA masih melakukan proses pemantauan mengenai kegiatan sepak bola di Indonesia. 

Maka, ia menghimbau agar tidak melakukan euforia yang berlebihan.

“Bahwa masa proses FIFA menerima kesiapan kita menggulirkan sepak bola ini masih dalam pantauan, jadi jangan euforia seakan-akan kita sudah bebas. 1 Juli 2023 (Liga) akan mulai lagi, ini sangat penting. Jadi InsyaAllah, kita jaga sepak bola Indonesia, apalagi kemarin generasi emas ini sudah kita miliki, baik U17, U-19, U-20, U-21 dan U-23 ini kita sangat serius mempersiapkan Timnas Indonesia,” ujarnya. 

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan terima kasih kepada Ketum PSSI Erick Thohir beserta seluruh Exco bahwa Kota Pahlawan mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah dalam gelaran pertandingan Indonesia melawan Palestina pada 14 Juni 2023 mendatang.

“Matur nuwun (terima kasih) Ketum PSSI (Erick Thohir) dan seluruh Exco, hari ini Kota Surabaya dipercaya kembali untuk menjalankan FIFA Matchday Indonesia melawan Palestina. Ini adalah pembuktian bahwa Surabaya akan selalu mendukung kemerdekaan Palestina seperti yang disampaikan Pak Ketum PSSI tadi,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Wali Kota Ei Cahyadi juga mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Surabaya untuk bisa hadir dan memberikan dukungan dalam pertandingan FIFA Matchday Indonesia melawan Palestina di Stadion GBT Surabaya. 

“Maka saya berharap untuk seluruh warga Kota Surabaya, khususnya seluruh warga Indonesia, kita hadir di GBT untuk menyatukan Indonesia dan Palestina. Serta selalu berjuang bersama-sama untuk Palestina,” ajaknya.

Bahkan, untuk mendukung pertandingan persahabatan antara dua negara itu, pada 11 Juni 2023 nanti, Pemkot Surabaya akan menggelar konvoi arak-arakan para pemain Timnas Indonesia yang telah membawa medali emas pada ajang Sea Game 2023 dengan berkeliling di Kota Pahlawan. 

Sedangkan pada malam harinya, Wali Kota Eri Cahyadi akan mengundang Timnas Indonesia, beserta Timnas Palestina untuk welcome dinner di Taman Surya Balai Kota Surabaya. 

“InsyaAllah nanti kita akan lakukan konvoi tanggal 11 hari minggu untuk Timnas Indonesia di Kota Surabaya. Kita bangga Indonesia telah membawa pulang emas di Sea Game 2023, ini bukti cinta kita kepada Indonesia dan akan kita lakukan welcome dinner di Balai Kota dengan Timnas Palestina. Silahkan masyarakat Surabaya hadir, karena Taman Surya terbuka untuk rakyat Surabaya dan siapapun,” pungkasnya. 


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pengadilan Tipikor Surabaya kembali menyidangkan kasus dugaan korupsi dana hibah Pokir Pemprov Jatim dengan terdakwa Sahat Tua P Simandjuntak dan ajudannya Rusdi, Selasa (6/6).

Kali ini dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Adapun saksi yang dihadirkan tersebut berjumlah 4 orang dari eksekutif Pemprov Jatim.

Mereka diantaranya Kadis Pu Bina Marga Pemprov Jatim, Eddy Tambeng Widjaja, Staf Tekhnis PU Bina Marga Pemprov Jatim, Aryo Dwl Wiratno, Kasubid Perbendaharaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov Jatim, Saiful Anam dan Kadis Sumber Daya Air (SDA) Pemprov Jatim, Baju Trihapsoro.

Dalam persidangan tersebut, saksi Aryo Dwl Wiratno menyebut seluruh anggota DPRD Jatim menerima dana hibah Pokir dari APBD Provinsi Jatim.

"Ada 120 orang. Dana Pokir didata saya ada semua anggota DPRD Prov Jatim," jelas Aryo, Selasa (6/6).

Sedangkan untuk nilainya, Aryo menyebut selama 3 tahun berturut-turut, dana hibah Pemprov Jatim yang masuk anggaran Dinas PU Bina Marga mencapai angka ratusan moliar.

"Dana hibah tahun 2021 sebesar Rp811 miliar, sedangkan tahun 2022 sebesar Rp350 miliar dan pada tahun 2023 sebesar Rp330 miliar," jelasnya.

Kendati demikian, lanjut Aryo dana hibah ratusan miliar rupiah setiap tahunnya itu tidak hanya untuk hibah pokir namun juga program hibah lainnya.

"Tahun 2021, ada reses kemitraan, tahun 2022 ada dana pokir dan reguler, nah tahun 2013 itu pokir semua," paparnya.

Namun ketika disinggung hakim anggota, apakah terdakwa Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim, Sahat Tua P Simandjuntak juga menerima dana Pokir yang ngendon di Dinas PU Bina Marga dan Pematusan?

Tiba-tiba Aryo mengaku lupa. Ia mengaku tak dapat menghafal banyaknya anggota DPRD Provinsi Jatim yang menerimanya.

"Saya lupa, Sahat terima dana pokir dari PU Bina Marga, Ada datanya tapi tidak hafal," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, persidangan masih sedang berlanjut dengan mendengarkan keterangan dari saksi berikutnya yakni Kadis Pu Bina Marga Pemprov Jatim, Eddy Tambeng Widjaja.

Seperti diberitakan dalam kasus ini, KPK menjerat Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sahat Tua Simandjuntak sebagai tersangka.

Ia diduga menerima suap terkait dana hibah untuk kelompok masyarakat.

Kasus ini terkait dana hibah yang bersumber dari APBD Pemprov Jatim. Dalam tahun anggaran 2020 dan 2021, APBD Pemprov Jatim merealisasikan dana belanja hibah dengan jumlah seluruhnya sekitar Rp7,8 triliun kepada badan, lembaga, organisasi masyarakat yang ada di Jawa Timur.

Praktik suap diduga sudah terjadi untuk dana hibah tahun anggaran 2020 dan 2021.

Sahat yang merupakan politikus Golkar lalu Ajudannya Ruadi kemudian Abdul Hamid dan Ilham Wahyudi diduga kemudian bersepakat untuk praktik tahun anggaran 2022 dan 2023.

Dalam dakwaanya terhadap Abdul Hamid dan Ilham Wahyudi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Arief Suhermanto mengatakan, uang sebasar Rp39 miliar itu diterima Sahat sebagai kompensasi atas perannya memuluskan proses pencairan dana hibah untuk beberapa Pokmas.

"Dana tersebut diberikan kedua terdakwa pada Sahat agar memberikan jatah alokasi dana hibah pokok-pokok pikiran (Pokir) untuk Tahun Anggaran (TA) 2020 hingga 2022 dan jatah alokasi dana hibah yang akan dianggarkan dari APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2023 sampai dengan 2024 kepada para terdakwa," kata JPU KPK Arief.

Hal yang sama juga dikatakan Majelis Hakim dalam persidangan tersebut, bila Sahat Tua P Simandjuntak mendapat jatah dana hibah sebesar Rp98.003.172.000 untuk 490 Pokmas yang tersebar di Bangkalan, Blitar, Bondowosao, Malang, Mojokerto, Pamekasan, Sampang dan Situbondo.

Pada TA 2021 sebesar Rp66.322.500.000 untuk 377 Pokmas yang tersebar di Bangkalan, Blitar, Bodowoso, Jember, Jombang, Kediri, Lumajang, Magetan, Malang, Pamekasan, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Tuban, dan Tulungangung.

Berikutnya TA 2022 sebesar Rp77.598.394.000 untuk 655 Pokmas yang tersebar di Bangkalan, Bondowoso, Gresik, Jember, Ngawi, Pamekasan, Pasuruan, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, dan Sumenep.

Sedangkan untuk TA 2023 sebesar Rp28.555.000.000 untuk 151 Pokmas yang tersebar di Bangkalan, Lumajang, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Sampang, dan Sumenep.

Wakil Ketua DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar, Sahat Tua P Simanjuntak yang disuap Hamid dan Ilham secara ijon sejak proyeksi APBD Tahun Anggaran (TA) 2020 hingga 2023 mengantongi hingga Rp39,5 miliar yang diberikan secara bertahap.

Sahat sebelumnya tercatat sebagai anggota DPRD Jatim periode 2009-2014 dan 2014-2019 mengantongi jatah alokasi hibah pokir hingga Rp270 miliar dari APBD sejak TA 2020 dari total hibah Rp8,2 triliun untuk seluruh anggota DPRD Jatim.



KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Setelah Taman Surya dibuka untuk umum pada Rabu (31/5) malam, kini taman yang berada di halaman Balai Kota Surabaya itu tidak pernah sepi pengunjung. 

Hampir setiap malam selalu padat pengunjung. 

Bahkan, kalau malam minggu, Taman Surya itu penuh pengunjung karena dinilai kian cantik dan amazing. 

Para pengunjung itu berdatangan mulai habis magrib. 

Mereka biasanya membawa anak-anaknya untuk bermain di taman tersebut. 

Para anak-anak pun riang gembira berada di taman yang luas itu. 

Apalagi, fasilitas di taman itu kian lengkap dengan adanya burung-burung di sangkar besar beserta kolam ikannya. 

Bahkan, penerangan lampunya juga sangat indah. 

“Ini sangat luar biasa, kini cantik dan amazing setelah Taman Surya ini dibuka untuk umum,” kata Fahrul yang datang bersama anak dan istrinya di Taman Surya, Senin (5/6) malam.

Menurutnya, program Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ini sangat bagus sekali untuk membuka Taman Surya ini. 

Sebab, taman ini bisa menjadi tempat bermain untuk anak-anak dan orang tuanya bisa juga untuk rekreasi, anak-anak mudanya juga bisa nongkrong di sini. 

“Sekarang ini lampu-lampunya sudah bagus, tamannya semakin cantik dan indah dan sangat instagramable, tadi juga ada burung-burungnya di sana anak saya senang sekali di sana, ada kolam ikannya juga, lengkaplah taman ini menurut saya, bagus sekali, cocok untuk tempat santai bersama keluarga. Taman ini akan semakin ramai kalau ditambah hiburan-hiburannya,” tegasnya. 

Engga Dwi Zenia, warga Mulyorejo ini juga mengaku sangat penasaran dengan adanya perbedaan yang ada di Taman Surya ini setelah dibuka untuk umum. 

Ternyata lampu-lampunya semakin terang dan bagus, jadi semakin indah. Apalagi ditambah dengan adanya burung-burung dan kolam ikan yang tentu semakin menarik perhatian pengunjung. 

“Yang paling membuat saya heran, ternyata warga Surabaya juga bisa ya menjaga taman ini, baik dari kebersihannya dan menjaga tamannya supaya tidak rusak. Jadi, warga juga kayak merasa memiliki taman ini, terbukti mereka ikut menjaga taman ini, ini sangat luar biasa sih,” katanya.

Oleh karena itu, ia menyampaikan terimakasih banyak kepada Wali Kota Eri yang telah membuka taman ini untuk umum. 

Bagi dia, ini terobosan dan program Wali Kota Eri yang sangat bagus, karena memang warga Surabaya butuh tempat yang seperti ini, tempat nongkrong, tempat bermain untuk anak-anak dan tempatnya sangat luas. 

“Tempat-tempat seperti ini yang memang dibutuhkan oleh warga, apalagi dibukanya Taman Surya ini supaya pemkot lebih dekat dengan warga, jadi ini sangat luar biasa, bagus banget,” ujarnya. 

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan bahwa Taman Surya ini sudah dibuka untuk umum, sehingga dia mempersilahkan warga untuk berolahraga pagi, namun pada saat jam kerja, mulai pukul 07.30 WIB, taman itu akan ditutup sementara. 

“Nanti setelah pukul 18.00 WIB, silahkan warga Surabaya bisa menikmati Taman Surya ini,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Wali Kota Eri menyampaikan, pada pagi hari, Taman Surya di buka pukul 06.00-07.30 WIB. Kemudian untuk sesi malam, dibuka kembali pukul 18.00-21.00 WIB. 

Sedangkan pada akhir pekan atau weekend, khusus untuk sesi malam akan dibuka dari pukul 18.00-22.00 WIB. 

Oleh karena itu, ia mengajak warga untuk melakukan kegiatan di Taman Surya, seperti berolahraga, hingga menjadi tempat berkumpul atau berwisata untuk keluarga. 

“Gunakan Taman Surya ini sebagai tempat berkreasi. Kalau ada kelompok senam dari RT/RW di Taman Surya, silahkan. Karena yang pasti Taman Surya mulai hari ini, sudah menjadi milik rakyat. Silahkan mencari inspirasi atau bahkan menginspirasi warga kota yang lainnya,” pungkasnya.


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Posyandu sebagai garda terdepan dalam memantau tumbuh kembang anak agar terhindar dari ancaman stunting, sering kali dikeluhkan kelengkapan sarana dan prasarananya. 

Diantara kelengkapan yang dikeluhkan itu adalah timbangan bayi. Ternyata, tidak sedikit dari Posyandu di Surabaya, masih menggunakan timbangan gantung atau timbangan sarung. 

Itupun dibeberapa Posyandu kondisinya rusak. Sehingga ada yang menggunakan timbangan injak. Yang lebih tidak presisi dan tidak praktis untuk mengukur berat badan bayi. 

Karena bayi harus digendong ibunya saat menimbang badan. Sehingga berat badan bayi dihitung dengan hasil pengurangan berat badan ibu.

"Keluhan tersebut kerap saya temui dalam setiap kesempatan bertemu dengan warga dalam kegiatan reses ataupun Sambung Roso," kata legislator Fraksi PDIP Anas Karno, Selasa (6/6).

Menurut Anas dari pengakuan para kader yang melakukan layanan Posyandu, timbangan digital untuk bayi lebih akurat atau presisi hasil pengukurannya. 

Kalau dibandingkan dengan timbangan gantung, atau timbangan sarung, yang masih beroperasi secara manual. Terlebih lagi kalau dibandingkan timbangan injak

"Dibeberapa Posyandu permintaan timbangan bayi digital saya penuhi karena timbangan manualnya rusak. diantaranya Posyandu di sekitar kelurahan Panjang Jiwo kecamatan Sukolilo" jelasnya.

Anas Karno yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya tersebut mendorong supaya dinas terkait segera mempertimbangkan mengganti model timbangan bayi di Posyandu yang masih manual, dengan mode digital.

"Karena setiap ons saja berat bayi bertambah atau tidak sesuai usianya, dan tercatat dengan akurat, sangat berarti untuk pencegahan stunting," terangnya.

Sementara itu Wanti Ketua Posyandu Singkong RT 04 RW 04 Kelurahan Panjang Jiwo mengatakan, timbangan bayi di tempatnya rusak dan sudah lama dilaporkan ke Puskesmas setempat, tapi bantuan tidak kunjung tiba.

"Alasannya harus kolektif dulu, penggantian tidak bisa satu persatu. Jadinya kita pakai timbangan sarung. Kalau yang digantung pakai sarung itu tidak akurat. Padahal ada 40 Balita yang kita layani. Alhamdullilah ada bantuan dari Pak Anas," ujarnya.

Lebih lanjut Wanti mengatakan, Posyandu yang diketuainya memberikan layanan setiap bulan sekali mulai pukul 09.00 WIB sampai 11.30 WIB.

"Banyak yang datang setiap kita membuka layanan. Kadang kita obrak i dulu. Mengetahui pertumbuhan berat badan bayi ini penting untuk menekan angka stunting. Selain itu kita juga berikan makanan tambahan. Kita berharap dengan adanya bantuan timbangan digital ini semakin memperlancar jalannya pelayanan Posyandu," pungkasnya.


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Sekelompok pengacara muda tergabung dalam Komunitas Milenial Ganjar (Kolega), siap mem back-up Ganjar Pranowo, calon presiden (capres) yang diusung PDI Perjuangan (PDIP) terkait persoalan hukum.

Sikap tegas Kolega itu, menyusul fitnah yang dialami Ganjar Pranowo baru-baru ini dalam sebuah tayangan IG (instagram). 

Yakni, beredarnya foto editan Ganjar Pranowo berpelukan dengan artis film dewasa asal Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi.

"Kolega siap mem back-up sepenuhnya, baik laporan di Jawa Timur maupun laporan-laporan di Mabes Polri," kata koordinator Kolega Se-Indonesia, Billy Handiwiyanto, Selasa (6/6).

Wakil Ketua Bidang Hukum DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Surabaya ini menambahkan, beredarnya kabar hoaks itu membuat Kolega tak bisa tinggal diam. 

Billy akan terus men support Ganjar Pranowo dalam penegakan hukum atas maraknya fitnah dan berita hoaks itu.

"Kalau ini (foto dengan Miyabi, red) tidak lagi isu, tapi sudah fitnah," lanjut pengacara muda calon doktor ilmu hukum asal Surabaya ini.

Berita-berita hoaks dan fitnah seperti itu, menurutnya, akan mempengaruhi rumah tangga hingga persepsi masyarakat terhadap Ganjar Pranowo.

Meski pihak keluarga Ganjar sudah faham akan adanya fitnah, lanjut Billy, namun hal itu tidak baik untuk iklim politik menjelang Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres 2024.

"Karena masyarakat kan melihatnya hitam putih. Jadi kita ingatkan, kami pegacara dari Kolega siap menempuh jalur hukum jika mereka (pelaku fitnah dan hoaks, red) tidak bisa diperingatkan secara lisan," tegas Billy.

Billy justru mengajak kontestan lain untuk adu program daripada dengan cara-cara kotor. Sebab, hal itu akan menciptakan iklim persaingan yang lebih sehat.

"Kita adu program," cetus Billy.

Namun, apabila lawan politik Ganjar tidak bisa diperingatkan secara baik-baik, maka ia siap membuat perhitungan.

"Jadi kita siap memback up sepenuhnya Pak Ganjar," sahut Billy.

Menurutnya, selain mem-back-up terkait masalah hukum, Kolega mengingatkan agar lawan politik Ganjar Pranowo tidak melakukan black campaign (kampanye hitam).

"Saya pikir berita-berita untuk memenangkan satu kontestan tidak perlu melakukan black campign atau menfitnah, menjatuhkan orang dengan cara-cara yang tidak pernah diperbuat," ungkapnya.

Menurutnya, cara-cara tidak sehat tersebut sudah bukan zamannya lagi. Sebab, akan ada ancaman sanksi pidana bagi yang melakukan cara-cara tersebut. 

Kalau di UU ITE, pelakunya bisa diancaman hukuman 4 tahun penjara dan bisa langsung ditahan.

"Itu masyarakat perlu tahu. Makanya kita warning dari sekarang, jangan sampai berlebihan dan menjatuhkan secara tidak sehat," tutur Billy.

"Sebelum itu dijalankan, alangkah baiknya mereka harus sadar hukum. Jadi saya minta mereka tidak lagi menggunakan cara-cara yang jahat untuk menjatuhkan orang," pungkasnya. 


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya terus berkomitmen untuk mencegah kekerasan dan pekerja anak.

Hal tersebut dilakukan DP3A-PPKB Surabaya salah satunya melalui sosialisasi yang melibatkan relawan/ tokoh masyarakat /jejaring /lembaga pemerhati perempuan dan anak maupun elemen masyarakat lainnya.

Kepala DP3A-PPKB Kota Surabaya, Ida Widayati memaparkan sejumlah upaya yang dilakukan untuk mencegah kekerasan dan pekerja terhadap anak tersebut. 

Pertama adalah melalui penyelenggaraan Kegiatan Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KAS RPA) untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak secara optimal.

"Kegiatan ini sebagai bentuk upaya pemkot dalam mendukung terciptanya lingkungan yang edukatif, aman, nyaman, ramah, sehat, kreatif dan literat bagi proses tumbuh kembang anak," kata Ida Widayati, Selasa (6/6).

Selain itu, Ida menyebut, bahwa pembinaan, pelibatan serta fasilitasi Forum Anak Surabaya dalam berbagai kegiatan juga dilakukan. 

Diantaranya, melalui pembinaan sebagai pelopor dan pelapor, psikolog cilik, hingga pelibatan forum anak dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

"Partisipasi forum anak juga mendorong partisipasi anak dalam pembangunan dan juga sebagai jembatan komunikasi dengan pemerintah," ujar dia.

Sejumlah terobosan lain juga dilakukan DP3A-PPKB Surabaya dalam upaya mencegah kekerasan dan pekerja anak. 

Seperti di antaranya melalui pelatihan konvensi hak anak bagi satuan pendidikan, satuan kesehatan hingga unsur Perangkat Daerah (PD). 

"Selain itu juga dilakukan pelatihan kader bina keluarga balita dengan sasaran orang tua yang memiliki balita," ungkapnya.

Di samping itu, Ida menjabarkan, bahwa DP3A-PPKB Surabaya juga memiliki program bertajuk sosialisasi dinamika remaja. 

Kegiatan sosialisasi ini sebagai bentuk deteksi dini permasalahan dan potensi terhadap siswa-siswi di tingkat SD dan SMP, MI sederajat.

"Sosialisasi dinamika remaja melibatkan akademisi, psikolog, Aparat Penegak Hukum (APH) hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)," paparnya.

Tak hanya melakukan sosialisasi dinamika remaja di lingkungan sekolah. Ida menyebut, jika Pemkot Surabaya juga memiliki program Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Goes To School. 

Dimana program ini bertujuan untuk mempromosikan sekaligus memberikan edukasi kepada siswa mengenai Puspaga.

"Ada pula promosi, sosialisasi serta Kelas Inspirasi bersama Wali Kota Surabaya. Selain itu, kita juga melakukan pembentukan dan penyelenggaraan Puspaga RW di 20 titik Balai RW," jabarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3A-PPKB Kota Surabaya, Thussy Apriliyandari memaparkan sejumlah kegiatan dan layanan di Puspaga. Diantaranya, layanan konseling/ konsultasi permasalahan keluarga dan anak.

"Kemudian, melakukan bimbingan masyarakat melalui kelas calon pengantin dan kelas parenting. Lalu, promosi sosialisasi edukasi melalui talk show, instagram live dan webinar," kata Thussy.

Di sisi lain, Thussy mengungkapkan, jika di Puspaga Surabaya pemkot juga menyediakan beragam ruangan. 

Mulai dari ruang observasi, ruang konseling, ruang bermain, ruang serbaguna, ruang Laktasi, ruang tunggu.

"Kita juga melakukan publikasi dokumentasi terkait keluarga melalui instagram, facebook dan youtube. Termasuk pula melakukan publikasi KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) terkait Perlindungan Perempuan dan Anak melalui media cetak dan elektronik," pungkasnya.

Senin, 05 Juni 2023


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surabaya melaksanakan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi pembobolan Bank Jatim atas nama tersangka OS kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Surabaya.

OS merupakan eks petugas Automatic Teller Machine (ATM) Bank Jatim.

"Dalam kasus ini tersangka OS merugikan keuangan negara atau bank Jatim sebesar Rp. 2.939.250.000," kata Kajari Surabaya, Joko Budi Darmawan, Senin (5/6).

Adapun modus operandi tersangka selaku petugas pengisian uang tunai ATM Bank Jatim menurut Joko dilakukan sejak bulan September 2020 sampai Desember 2021.

"Dengan sengaja beberapa kali mengambil sebagian uang tunai yang seharusnya dimasukkan secara keseluruhan ke dalam 7 (tujuh) mesin ATM Bank Jatim. Uang tunai yang diambil berkisar antara Rp10 hingga Rp50 juta setiap kali aksinya," jelas Joko.

Joko menambahkan tersangka OS tidak pernah melakukan penghitungan uang fisik yang ada di dalam ATM dan membuat berita acara opname seolah-olah uang fisik telah sesuai dengan yang dimasukkan ke dalam mesin ATM, sehingga terjadi selisih jumlah uang fisik yang ada di dalam ATM. 

"Uang yang telah diambil oleh tersangka OS dipakai untuk kepentingan pribadi seperti pergi ke tempat hiburan malam, bermain robotrading Binomo dan sebagai uang muka pembelian mobil Camry," paparnya.

Atas perbuatannya, tersangka OS di jerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Jo. Pasal 18 UURI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UURI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UURI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Tersangka OS telah dilakukan penahanan di Cabang Rutan Klas I Surabaya pada Kejati Jatim," pungkasnya.


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soewandhie Surabaya, dr Billy Daniel Messakh mengunjungi rumah keluarga pasien meninggal Asiasih (52), di kawasan Tanah Merah Kelurahan Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran Surabaya, Senin (5/6). 

Di sana, ia bersama jajaran RSUD Dr. Soewandhie turut menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga, serta memberikan penjelasan mengenai alur penanganan medis yang diberikan kepada almarhum Asiasih.

“Jadi saya sudah bertemu keluarga (pasien), kalau ada yang salah kami menyampaikan permohonan maaf, lalu menyelesaikan perbedaan persepsi kita, itu sudah kita jelaskan. Rata-rata itu karena komunikasi kita, keluarga dalam keadaan panik, kita juga menyampaikan seperti normatif biasa, itu menimbulkan masalah. Perbedaan-perbedaan itu sudah kita jelaskan dan Alhamdulillah kami dan keluarga sudah saling menerima,” kata dr Billy.

dr Billy menjelaskan, dalam pertemuan dengan pihak keluarga, ia memberikan penjelasan mengenai kesalahpahaman informasi yang diterima pihak keluarga. 

Sebab, perwakilan keluarga mengaku bahwa ada oknum yang mengatakan jika perlengkapan di dalam Ambulance RSUD Dr. Soewandhie yang kurang memadai.

“Miskomunikasi (kesalahpahaman) itu terjadi saat kita mau merujuk pasien, keluarga menjadi takut karena ada statement dari seseorang yang mengatakan bahwa transportasi Ambulance kita tidak lengkap. Ini yang saya kejar, tapi Mbak Yesi (anak pasien) lupa orangnya, sebenarnya itu bagian dari yang harus saya perbaiki,” jelasnya.

Persoalan berikutnya, dr Billy menerangkan, jika pihak keluarga merasa tidak mendapatkan penjelasan konkrit mengenai penanganan medis yang tengah dilakukan oleh RSUD Dr. Soewandhie saat pasien berada di IGD (Instalasi Gawat Darurat). 

“Saat pasien menunggu di IGD, mereka (keluarga) ingin ada pemberitahuan progres dari indenan mereka. Seperti begini, ibu Asih datangnya antrean ke-17, terus besok paginya sudah maju ke berapa? itu mereka ingin tahu. Yang kita prioritaskan pertama adalah pelayanannya, jadi kita harus bisa membedakan pelayanan untuk masyarakat, medisnya, dan administratifnya. Ini nanti yang kita harus perbaiki supaya pasien tahu kalau dia nomor sekian, lalu jam sekian maju nomor sekian,” terangnya. 

Oleh sebab itu, dr Billy mengaku bahwa kesalahpahaman tersebut segera diperbaiki oleh RSUD Dr. Soewandhie. Sebab, pihaknya membiasakan para tenaga kesehatan untuk senyum, sapa, dan salam. 

Hal ini bertujuan untuk membentuk karakter tenaga kesehatan agar siap melayani pasien. 

“Ada kesalahan itu dari miskomunikasi (kesalahpahaman) yang harus kita perbaiki. Kita sudah berusaha untuk melakukan senyum, sapa, dan salam. Ini membentuk karakter tenaga kesehatan agar berpikir bahwa dia bukan bos, tetapi di adalah seorang pelayan yang siap untuk dilayani. Itu tujuan kita,” ungkapnya.

Karenanya, dr Billy menegaskan bahwa RSUD Dr. Soewandhie terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat yang ingin berobat atau mengakses layanan kesehatan. 

“Kami melayani tidak membedakan pasien umum atau BPJS, tidak. Karena 90 persen pelayanan kami dimanfaatkan masyarakat dengan berobat menggunakan BPJS. Jadi kami tidak mungkin membedakan,” tegasnya.

Sementara itu, Yesi Setiyawati (28), perwakilan keluarga menyampaikan apresiasi kepada Dirut RSUD Dr. Soewandhie Surabaya, dr Billy Daniel Messakh beserta jajarannya, atas kedatangannya ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. 

Serta memberikan penjelasan mengenai kronologi dan alur pelayanan medis yang telah diberikan.  

“Saya memberikan apresiasi karena ada tanggung jawab dari RSUD Dr. Soewandhie untuk datang ke rumah menjelaskan kronologi. Ada kemauan dari rumah sakit untuk mengevaluasi lagi pelayanan dan SDM untuk kemajuan RSUD Dr. Soewandhie, terutama karena rumah sakit pemerintah supaya masyarakat lebih cinta kepada rumah sakit milik pemerintah,” pungkasnya.


KABARPROGRESIF.COM: (Surabaya) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Surabaya kembali memberikan bantuan tebus ijazah dan bayar tunggakan biaya sekolah, Senin (5/6). 

Penerima bantuan di kantor Baznas Surabaya kali ini, total ada 529 pelajar SMA/SMK swasta.

Bantuan tersebut diberikan secara langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dengan didampingi Ketua Baznas Kota Surabaya Muhammad Hamzah. 

Dalam kesempatan itu, para pelajar penerima bantuan turut didampingi oleh orang tua, guru, dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK swasta.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, penerima bantuan dari tebus ijazah dan biaya tunggakan kuliah ini khusus untuk keluarga miskin (gamis) dan pra keluarga miskin. 

Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan pesan penting kepada ratusan orang tua pelajar penerima bantuan untuk tidak selalu mengharapkan bantuan dari pemerintah setiap tahunnya. 

Oleh karena itu, dirinya mengajak para orang tua yang hadir untuk ikut program Padat Karya binaan Pemkot Surabaya. 

“Bu, Pak, kalau hari ini panjenengan (anda) mendapatkan bantuan untuk menebus ijazah dan SPP, saya nyuwun tulung (minta tolong) tahun depan sudah tidak ada lagi di depan (terlihat) mata saya. Karena apa? Panjenengan harus sudah harus keluar dari (status) gamis dan pra gamis,” kata Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri pun turut menyampaikan pesan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya M. Ikhsan untuk mendata pelajar penerima bantuan yang sudah lulus sekolah, untuk diikutkan program Padat Karya agar terlepas dari status gamis dan pra gamis. 

“Anak-anak yang sudah lulus itu nanti ditanya kerjanya apa, kalau belum dapat pekerjaan, tolong Pak Sekda tarik dia di Padat Karya-nya Pemkot Surabaya. Kalau anaknya masih sekolah orang tuanya salah satu diikutkan Padat Karya,” pesan Wali Kota Eri. 

Wali Kota Eri mengaku sedih, melihat masih ada warganya yang berstatus gamis dan pra gamis. 

Apalagi, ada warga gamis dan pra gamis yang hanya bekerja serabutan dan mengharapkan bantuan dari pemerintah. 

Ia ingin, warga gamis dan pra gamis di Surabaya bisa mandiri sehingga ke depannya terlepas dari status kemiskinan. 

“Saya nelongso. Dadi wali kota kok sik onok wargaku sing urip koyok ngene (saya nelangsa. Jadi wali kota kok masih ada wargaku yang hidupnya seperti ini). Besok 529 yang masuk data ini, orang tuanya ketemu saya langsung saya kasih kerjaan bapak atau ibunya, atau anaknya. Saya ingin di akhir tahun 2023, keluar dari status kemiskinan semuanya,” akunya.

Setelah diberi pekerjaan melalui program Padat Karya, Wali Kota Eri ingin, pendapatan setiap kepala keluarga (KK) yang diberi bantuan hari ini bisa Rp4 juta - Rp5 juta per bulan. 

Tak hanya itu, Wali Kota Eri mengingatkan kepada para orang tua siswa yang hadir untuk tidak mengutamakan gengsi ketika menyekolahkan anaknya. 

“Sudah tahu sekolah swasta yang favorit itu biayanya mahal, anaknya dimasukkan ke situ. Saya tanya bapaknya, lah sampean gengsi atau (niat) sekolah? Sekarang akhirnya, tagihannya sampai Rp42 juta. Kenapa harus mementingkan gengsi daripada pendidikan anak-anak kita? Yo nggak tak bantu (ya nggak saya bantu), tolong disesuaikan dengan kemampuan," tuturnya. 

Ia turut mengingatkan para pelajar yang hadir untuk berbakti kepada orang tuanya dan jangan mudah terpengaruh dengan pergaulan yang negatif. 

Lebih baik, Cak Eri menambahkan, para pelajar membantu orang tuanya agar kehidupannya menjadi lebih baik ke depannya. 

"Orang tua saya saja dulu hanya pegawai negeri biasa, bukan dari keluarga kaya, dan saya membantu kedua orang tua saya agar hidup menjadi lebih baik. Bahkan saya sudah bekerja membantu almarhum abah dan umi saya sejak SMA, untuk biaya sekolah saya," imbuhnya. 

Di samping itu, Ketua Baznas Kota Surabaya Muhammad Hamzah mengucapkan banyak terima kasih kepada Wali Kota Eri Cahyadi atas bantuan tebus ijazah dan biaya sekolah yang diberikan kepada para pelajar. Hamzah berharap, bantuan yang diberikan pada hari ini bermanfaat bagi generasi penerus bangsa di Kota Surabaya. 

"Semoga ke depannya para pelajar yang hari ini menerima bantu bisa memberikan kontribusinya untuk bangsa dan Kota Surabaya. Terima kasih Pak Wali semoga bantuan ini bermanfaat untuk anak-anak Kota Surabaya sehingga hidupnya menjadi lebih baik," katanya. 

Secara simbolis Wali Kota Eri memberikan bantuan tersebut kepada tiga pelajar, diantaranya Rian Hidayatullah dari SMA Ibnu Husain Surabaya, Yanuar Arwana dari SMA Giki 3 Surabaya, dan Muhammad Sahid Rizki dari Madrasah Aliyah (MA) Darussalam Surabaya. 

Salah satu penerima bantuan tebus ijazah, Rian Hidayatullah mengaku senang dan lega. Dengan harapan setelah ijazahnya ditebus, bisa mendapatkan pekerjaan. 

"Saya harap bisa bekerja dan membantu keluarga. Terutama untuk bapak dan ibu saya," ujarnya. 

Senada dengan Rian, orang tua Yanuar Arwana, Wahyu Mauleni turut bersyukur menerima bantuan pembayaran SPP.

Wahyu lega, tunggakan SPP selama 6 bulan senilai Rp4 juta bisa terbayar setengahnya. 

"Dapat bantuan Rp 1,3 juta, jadi yang dibayarkan 3 bulan. Sisanya, yang 3 bulan nanti saya mengangsur sendiri. Terima kasih Pak Wali sudah dibantu," ucap Wahyu. 

Wahyu juga menyambut baik tawaran pekerjaan dari Wali Kota Eri Cahyadi untuk ikut program Padat Karya. 

Dia berharap, dengan mengikuti program Padat Karya, suaminya tidak lagi bekerja serabutan dan bisa terlepas dari status gamis dan pra gamis. 

"Karena saya benar-benar keluarga tidak punya. Pekerjaan saya hanya sebagai asisten rumah tangga (ART) dan suami saya buruh kebersihan di makam. Saya senang sekali kalau diajak bekerja Pak Wali, toh nantinya demi kebaikan keluarga dan anak saya," tandasnya.

Narkoba

Koperasi & UMKM

Terus Kobarkan Semangat Perjuangan Arek-arek Suroboyo 10 Nopember 1945 untuk memberantas Korupsi, Terorisme dan Penyalahgunaan Narkoba

Translate

Hukum

Metropolis

Nasional

Pidato Bung Tomo


Hankam

Popular Posts

Blog Archive